75 Tahun Persahabatan: Bahlil Dampingi Prabowo Perkuat Aliansi Strategis dengan Raja Abdullah II di Yordania

Menteri7 Views

AMMAN – Di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang kian memanas, Indonesia terus memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis bagi negara-negara Arab. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terlihat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kehormatan kepada Yang Mulia Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Basman, Amman, Yordania.

​Kunjungan ini bukan sekadar seremoni diplomatik biasa. Pertemuan tersebut menjadi tonggak sejarah baru dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah. Kehadiran Bahlil di samping Presiden Prabowo mengindikasikan adanya agenda-agenda besar yang melampaui sekadar urusan energi, melainkan mencakup stabilitas kawasan dan ekonomi makro.

​Bahlil menegaskan bahwa pertemuan di Istana Basman tersebut berlangsung sangat produktif. Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan visi Indonesia untuk membawa hubungan kedua negara ke level yang lebih tinggi, dengan fokus pada penguatan kedaulatan di berbagai sektor strategis yang selama ini menjadi kepentingan bersama.

Empat Pilar Kerja Sama Strategis Indonesia-Yordania

​Dalam dialog hangat di Amman tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat empat pilar kerja sama utama, yakni bidang politik, pertahanan, ekonomi, hingga misi kemanusiaan. Yordania selama ini dikenal sebagai “penjaga” stabilitas di kawasan Mediterania Timur, sehingga kemitraan ini memiliki nilai posisi tawar yang sangat tinggi bagi Indonesia.

​Sektor pertahanan dan ekonomi menjadi dua poin yang paling disoroti. Mengingat latar belakang Presiden Prabowo, kolaborasi dengan militer Yordania yang memiliki reputasi tinggi di Timur Tengah diprediksi akan semakin intensif. Sementara itu, kehadiran Bahlil memberikan sinyal kuat adanya potensi kerja sama di bidang logistik energi dan perdagangan komoditas penting lainnya.

​“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang, mulai dari politik, pertahanan, ekonomi, hingga kemanusiaan,” ujar Bahlil Lahadalia lewat cuitan resmi di akun X pribadinya (@bahlillahadalia), Kamis (26/2/2026).

Misi Kemanusiaan dan Solidaritas Regional

​Salah satu agenda yang sangat krusial dalam pertemuan tersebut adalah koordinasi bantuan kemanusiaan. Yordania merupakan pintu gerbang utama bagi penyaluran bantuan internasional ke wilayah-wilayah konflik, termasuk Palestina. Melalui Raja Abdullah II, Indonesia memastikan bahwa dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina tetap menjadi agenda prioritas dalam kebijakan luar negeri nasional.

​Bahlil menambahkan bahwa persahabatan yang telah terjalin selama tujuh dekade lebih ini merupakan modal sosial yang luar biasa bagi Indonesia. Hubungan yang stabil dengan Yordania mempermudah langkah Indonesia dalam memainkan peran sebagai mediator perdamaian dan penyalur bantuan logistik yang efektif di tengah gejolak kawasan.

​Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada hubungan tingkat atas pemerintah (G-to-G), tetapi juga mampu membuka peluang bagi dunia usaha Indonesia di pasar Timur Tengah. Kedekatan personal antara pemimpin kedua negara menjadi katalisator penting bagi percepatan berbagai draf kesepakatan yang selama ini masih dalam proses negosiasi.

Peran Strategis Bahlil dalam Diplomasi Global Prabowo

​Kehadiran Bahlil Lahadalia di berbagai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo menunjukkan kepercayaan tinggi kepala negara terhadap figur Menteri ESDM tersebut. Bahlil dinilai mampu menjadi jembatan antara kepentingan investasi domestik dengan kebutuhan diplomasi global yang dicanangkan oleh Presiden.

​Dalam konteks energi, Yordania memiliki potensi kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan dan mineral tertentu yang bisa disinergikan dengan program hilirisasi di tanah air. Kunjungan ini membuka mata dunia bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo sedang aktif merajut aliansi dengan kekuatan-kekuatan regional yang berpengaruh.

​Kesepakatan yang diraih di Amman diharapkan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan tim teknis di masing-masing kementerian. Pemerintah menargetkan bahwa penguatan kerja sama ini akan mulai membuahkan hasil nyata pada akhir tahun 2026, khususnya dalam peningkatan volume perdagangan bilateral yang lebih seimbang dan menguntungkan.

rakyatmenilai.com memandang kehadiran Bahlil Lahadalia dalam kunjungan ke Yordania sebagai langkah cerdik untuk memastikan ketahanan nasional dari berbagai lini. Di saat banyak negara sibuk dengan urusan domestiknya, Presiden Prabowo bersama Bahlil justru aktif menjemput bola di kancah internasional guna mengamankan kepentingan politik dan ekonomi Indonesia.

​Persahabatan 75 tahun bukanlah waktu yang singkat, namun pertemuan di Istana Basman kali ini memberikan energi baru bagi hubungan kedua negara. Rakyat menilai, jika komitmen politik, pertahanan, dan ekonomi ini dieksekusi dengan presisi, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi penonton dalam percaturan global, melainkan pemain kunci yang disegani, baik di Asia maupun di Timur Tengah. Keberhasilan diplomasi di Amman ini adalah kemenangan moral sekaligus strategis bagi rakyat Indonesia. {RM}