Menteri Bahlil Tawarkan Sumur Minyak Tua, Presiden Putin Siap Garap Bareng Indonesia

Menteri438 Views

St. Petersburg, rakyat menilai —Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan tawaran kerja sama pengelolaan sumur-sumur minyak tua di Indonesia kepada Rusia. Tawaran ini langsung disambut antusias oleh Presiden Putin.

“Presiden Putin sangat terbuka terhadap tawaran tersebut. Beliau menyampaikan ketertarikannya dan mengatakan, ‘Saya akan tugaskan Menteri Energi dan Pertambangan Rusia untuk menindaklanjuti proposal kerja sama tersebut dengan mitra Indonesia’,” ujar Bahlil seperti dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (22/6/2025).

🗣️ “Ini Strategi Energi Jangka Panjang, Demi Ketahanan Nasional”

Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, kolaborasi ini bukan hanya tentang investasi, melainkan bagian dari strategi besar Indonesia menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang tak menentu.

“Kita ingin agar sumur-sumur tua itu digarap oleh mitra strategis yang punya pengalaman teknologi dan komitmen jangka panjang. Rusia termasuk yang punya sejarah panjang kerja sama dengan Indonesia di sektor energi,” tegas Bahlil.

Menurutnya, potensi sumur minyak tua di Indonesia cukup besar, namun selama ini belum dimaksimalkan secara optimal. Lewat skema kerja sama internasional yang adil, ia berharap sektor migas Indonesia bisa mendapatkan teknologi, investasi, dan pasar yang lebih luas.

Selain itu, tawaran kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada mitra lama dan membuka kemitraan baru yang lebih beragam secara geopolitik.

Indonesia–Rusia: Lebih dari Sekadar Simbolik

Pertemuan Prabowo–Putin kali ini tak hanya membahas isu migas, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis di sektor digital, pertahanan, perdagangan, dan transportasi. Total empat MoU ditandatangani di hadapan kedua kepala negara, menandai babak baru hubungan bilateral yang lebih konkret dan operasional.

Bahlil menegaskan bahwa diplomasi investasi Indonesia kini memasuki era baru: agresif, terukur, dan berorientasi hasil nyata. Ia menambahkan, sebagai bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo, dirinya ditugaskan khusus untuk membuka jalur-jalur strategis kerja sama luar negeri yang sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional.

“Saya datang ke Rusia bukan hanya sebagai menteri, tapi sebagai representasi komitmen Presiden Prabowo. Kita ingin hasil, bukan sekadar seremoni,” kata Bahlil menutup pernyataannya.


📌 Sumber kutipan: Liputan6.com – “Bahlil Tawarkan Rusia Sumur Minyak Tua, Putin Siap Garap” (22 Juni 2025)