Mukhtarudin Lepas 1.000 Pekerja Migran ke Bulgaria: Perkuat Cadangan Devisa Negara

Menteri46 Views

DENPASAR – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, secara resmi melepas lebih dari 1.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk diberangkatkan menuju Bulgaria. Seremonial pelepasan ini berlangsung di Wantilan Convention Center Prama Sanur Beach, Denpasar, Bali, pada Kamis (2/4/2026).

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Wakil Wali Kota Denpasar, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali. Para pekerja migran tersebut dijadwalkan akan berangkat secara bertahap menuju negara tujuan di Eropa Timur tersebut.

​Menteri P2MI, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa para pekerja yang diberangkatkan ini mayoritas akan mengisi sektor hospitality. Sebagaimana dilansir dari detikNews, tercatat ada seribu orang yang telah disiapkan untuk diberangkatkan secara bertahap guna memenuhi permintaan pasar kerja di Bulgaria.

​“Pelepasan para pekerja migran di sektor Hospitality akan kita berangkatkan ke Bulgaria. Ada seribu orang yang sudah bertahap akan diberangkatkan,” ujar Mukhtarudin seusai mengisi acara pelepasan tersebut.

​Pemilihan Bulgaria sebagai negara tujuan penempatan didasarkan pada hasil profiling yang menunjukkan standar perlindungan, jaminan sosial, serta tingkat upah yang memadai. Selain itu, kondisi negara yang aman dari berbagai konflik menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan lokasi penempatan PMI.

​“Tidak sembarang negara kita lakukan penempatan, Bulgaria salah satu negara tujuan penempatan yang sudah kita profiling dan menjadi negara penempatan,” sambung Mukhtarudin dalam penjelasannya kepada media.

​Di sisi lain, pihak Bulgaria menyatakan minat yang tinggi terhadap tenaga kerja asal Indonesia. Hal ini didorong oleh reputasi PMI yang dikenal memiliki ketekunan, disiplin, sikap (attitude) yang baik, serta keramahan, khususnya saat bekerja di sektor formal maupun profesional pada bidang pelayanan.

​Mukhtarudin menyebutkan bahwa mayoritas dari 1.000 lebih pekerja migran yang dilepas hari ini berasal dari wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Bali. Bahkan, ia menyebut di tahun 2027, Bulgaria meminta kembali setidaknya 5.000 PMI asal Indonesia untuk mengisi berbagai posisi strategis.

Peluang Kerja di Eropa Timur dan Kontribusi Ekonomi

​“Jadi besar sekali. Negara-negara Eropa Timur, sekarang ini membuka ruang bagi pekerja kita. Peluang ini, dimanfaatkan karena punya dampak ekonomi bagi bangsa kita,” jelas Mukhtarudin terkait potensi pasar kerja di wilayah tersebut.

​Mukhtarudin mengakui, PMI yang dikirim ke Bulgaria menjadi jawaban bagi perputaran ekonomi negara, terutama cadangan devisa negara. “Jadi kontribusi pekerja migran besar terhadap perekonomian nasional,” tegasnya mengenai signifikansi peran para pekerja migran tersebut.

​Pemerintah berkomitmen bahwa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri harus dibarengi dengan peningkatan skill dan kompetensi yang mumpuni. “Alhamdulillah, negara Indonesia termasuk negara yang juga mampu bersaing dan disukai oleh negara-negara yang memberikan pekerjaan,” ungkap Mukhtarudin.

​“Jadi memang pemerintah tentu akan terus meningkatkan, optimalkan bagaimana penyerapan dan pekerjaan dalam negeri,” sambung Mukhtarudin. Hal ini menjadi kunci utama agar PMI mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain dalam memperebutkan posisi di pasar kerja global.

​Optimalisasi penyerapan tenaga kerja ini juga bertujuan agar para pekerja migran memiliki bekal tambahan berupa pengalaman, kompetensi, serta etos kerja yang lebih baik saat kembali ke tanah air. “Itu nanti menjadi bekal mereka untuk kembali ke tanah air, ketika mereka sudah kembali ke tanah air untuk mengembangkan diri lagi,” tambahnya.

​Selain Bulgaria, pemerintah juga tengah membidik beberapa negara lain sebagai tujuan penempatan, seperti Turki, Italia, Jerman, hingga Slovakia. Sektor yang dibutuhkan pun beragam, mulai dari tenaga perawat (nurse) hingga pengasuh lansia (caregiver) di wilayah non-Uni Eropa seperti Inggris. “Kita juga sudah masuk non Uni Eropa, Inggris juga banyak. Jadi mereka butuh nurse, perawat, butuh caregiver untuk orang tua,” pungkasnya.

Himbauan Prosedural dan Perlindungan Pekerja

​Dalam kesempatan tersebut, Menteri P2MI memberikan himbauan tegas agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri senantiasa menggunakan jalur formal dan mengikuti prosedur yang benar. Hal ini sangat penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pekerja selama berada di negara penempatan.

​Ia menyebut ada PT GMI sebagai lembaga yang menyiapkan penyaluran, ada lembaga pelatihan, ada pemerintah daerah, kemudian jangan lupa kerja sama pemerintah juga dengan BPJS Ketenagakerjaan. “Itu dalam rangka melindungi para pekerja migran kita. Jadi pekerjaan secara prosedural adalah migran yang aman, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” jelas Mukhtarudin.

​Kepatuhan terhadap jalur prosedural akan menghindarkan masyarakat dari risiko penipuan atau bujuk rayu oknum yang tidak bertanggung jawab. “Jadi bekerja dengan benar, InsyaAllah akan aman. Penghasilan lebih bagus, tentu perlindungannya akan maksimal,” imbuh Mukhtarudin dalam arahannya kepada calon PMI.

​Integrasi antara skema penempatan yang aman dan kesejahteraan rakyat menjadi visi utama dalam mempercepat kemajuan Indonesia di kancah global. Bekerja secara benar dan sesuai aturan diyakini akan memberikan ketenangan bagi pekerja serta dampak positif bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah air.

rakyatmenilai.com

Referensi Utama Kebijakan Dan Geopolitik