Ijeck & Mualem: Dua Sahabat, Satu Nusantara

Daerah333 Views

Aceh, rakyat menilai – Di tengah riuhnya kabar soal klaim empat pulau yang dikaitkan dengan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, muncul satu video yang meneduhkan. Bukan dari ruang rapat atau podium pidato, tapi dari akun Instagram pribadi Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah, @musa_rajekshah. Di sana, ia menampilkan kebersamaan yang hangat—bukan sebagai politisi, melainkan sebagai saudara—bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Tersenyum dan berbincang penuh keakraban, Ijeck menunjukkan kepada publik bahwa di balik garis batas administratif, masih ada ruang yang jauh lebih besar: ruang persaudaraan. “Persahabatan dan persaudaraan saya dengan Mualem sudah seperti saudara. Kami sudah lama saling bersilaturahmi,” tulis Ijeck, Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023, dalam caption-nya. “Semoga silaturahmi kami ini menjadi manfaat baik di dunia maupun akhirat.”

Sikap adem dan menenangkan ini hadir justru saat publik tengah terpolarisasi. Empat pulau yang diklaim masuk ke dalam wilayah Aceh telah memantik respons dari masyarakat Sumatera Utara. Tapi Ijeck, yang kini juga duduk di Komisi V DPR RI, justru menyerukan kesejukan: tahan diri, jaga persatuan, dan percayakan keputusan pada Presiden Prabowo Subianto.

“Masalah ini sudah ditarik oleh Pak Prabowo. Saya percaya, beliau akan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana. Untuk saudara-saudara saya di Aceh maupun Sumut, mari kita bersabar. Mari kita terima keputusan pemerintah pusat dengan hati terbuka,” ujar Ijeck dalam video yang kini viral di media sosial.

Lebih dari sekadar respons politik, Ijeck tampil sebagai penjaga tenun kebangsaan. Ia mengingatkan, yang lebih utama dari peta wilayah adalah kedamaian dan rasa saling memiliki. “Yang penting sekarang ini kita bersabar, karena semua kita bersaudara,” ujarnya mantap. “Saya tahu Mualem juga sangat menjaga ketenangan dan kenyamanan kita semua.”

Pernyataan ini pun langsung mendapat sambutan positif dari warganet. Banyak yang memuji kedewasaan sikap Ijeck dan Mualem—dua tokoh dari dua provinsi, namun dengan satu suara: Indonesia damai.

Ketika opini publik mudah tersulut, Ijeck justru memilih menjadi jangkar keseimbangan. Dalam politik, inilah momen langka. Dalam sejarah, inilah yang disebut: negarawan.

sumber: golkarpedia