Menteri P2MI Mukhtarudin: Ini Langkah Strategis Kami Urai Penumpukan Roster PMI ke Korea Selatan!

Mukhtarudin Tegaskan Komitmen Percepat Penempatan CPMI ke Korsel, Ingin Pastikan Proses Berjalan Cepat dan Transparan Demi Jaga Kepercayaan Publik

Menteri234 Views

Jakarta, RakyatMenilai.com – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan yang sudah lama mengganjal. Ia mengumumkan langkah-langkah strategis untuk mengurai penumpukan roster penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan (Korsel), khususnya di sektor service.

​Mukhtarudin mengatakan ia memahami betul bahwa penumpukan roster ini harus diselesaikan dengan cepat.

​Menurutnya, masalah ini tidak hanya merugikan calon pekerja migran yang sudah dinyatakan lulus ujian, tetapi juga memengaruhi kepercayaan publik terhadap tata kelola penempatan PMI secara G to G yang diatur pemerintah.

​“Kami telah menyiapkan langkah-langkah strategis agar penempatan PMI ke Korea Selatan bisa berjalan lebih cepat dan transparan,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Detik.com.

​Ia menambahkan bahwa KemenP2MI telah berkoordinasi dengan HRDK serta Atase Ketenagakerjaan Korea untuk mempercepat proses penempatan dan memastikan hak-hak calon PMI tetap terlindungi.

​Langkah-langkah strategis ini meliputi serangkaian pertemuan dan diskusi dengan berbagai pihak terkait.

​KemenP2MI sudah bertemu dengan Delegasi Ministry of Employment and Labor (MOEL) Korsel untuk menyampaikan usulan terkait penumpukan roster tersebut.

​Selain itu, KemenP2MI juga berkoordinasi dengan EPS Center terkait dampak ekonomi domestik Korea, serta berdiskusi dengan Atase Ketenagakerjaan Korea untuk perluasan jabatan, lingkup pemberi kerja, dan wilayah kerja sektor service.

​“Kami ingin memastikan penempatan CPMI ke Korea Selatan berlangsung cepat, transparan, dan memberi kepastian hukum. Dengan sistem yang lebih terbuka, calon PMI dapat memantau sendiri prosesnya sehingga kepercayaan publik terhadap skema G to G tetap terjaga,” tegas Mukhtarudin.

​Selain upaya-upaya tersebut, Mukhtarudin juga berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi para calon PMI. KemenP2MI bekerja sama dengan HRDK menyediakan website pembelajaran online, pelatihan Bahasa Korea gratis, dan bahkan memanfaatkan calon PMI dengan roster expired untuk mengikuti pilot project di root industry.

​Upaya-upaya ini, diharapkan dapat meningkatkan kesiapan calon PMI sehingga mereka lebih sesuai dengan kebutuhan industri di Korsel.

​“Kami berharap langkah-langkah ini dapat mengurai penumpukan roster khususnya pada sektor service secara bertahap, meningkatkan kompetensi CPMI, dan memastikan kebutuhan industri Korea Selatan terpenuhi dengan tenaga kerja berkualitas,” pungkas Mukhtarudin.