Bahlil Lahadalia Semprot Pihak yang Minta Tambah Impor BBM SPBU Swasta: Ini Negara Hukum, Bukan Negara Tanpa Tuan!

Menteri Bahlil Tegaskan Kuota Impor 2025 Sudah Naik 110 Persen Tapi Habis Agustus, Ingatkan Kader HIPMI Tidak Jadi Perantara Lobi BBM Ilegal

Menteri337 Views

Jakarta, rakyatmenilai.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jawaban menohok terkait permintaan sejumlah pihak agar Kementerian ESDM menambah kuota impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk SPBU swasta, yang stoknya kosong sejak akhir Agustus 2025.

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengelolaan impor BBM tidak bisa dilakukan semaunya karena Indonesia adalah negara hukum yang memiliki sistem dan aturan yang harus ditaati oleh semua pihak, sesuai Pasal 33 UUD 1945.

​”Menyangkut BBM, ada yang bilang, pak yang ini habis pak, yang ini habis pak. Lho, ini impor, ini negara hukum, ada aturan, bukan negara tanpa tuan. Pasal 33 UUD 1945 menyatakan bahwa cabang-cabang produksi yang menyangkut hidup orang banyak dikuasi oleh negara,” katanya dalam acara HIPMI-Danantara Business Forum 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025), seperti dilansir dari detikfinance.

Kuota Impor Sudah Habis di Pertengahan Agustus

Bahlil Lahadalia menjelaskan, Kementerian ESDM sudah memberikan kuota impor BBM untuk SPBU swasta pada tahun 2025 dengan kenaikan signifikan, mencapai 110 persen dibandingkan kuota tahun 2024. Namun, kuota impor BBM untuk SPBU swasta sudah habis sejak pertengahan Agustus 2025.

​Ia menegaskan pengelolaan impor BBM harus sesuai mekanisme. “Jadi, jangan menganggap negara itu nggak ada aturannya. Kalau ada yang merasa berusaha di negara ini nggak ada aturannya, monggo cari negara lain, karena negara ini kita bekerja, semua warga negara Indonesia harus patuh pada aturan main di negara Republik Indonesia, apalagi yang lain,” tegas Bahlil Lahadalia.

Peringatan Keras untuk Kader HIPMI

​Dalam kesempatan itu, Bahlil Lahadalia secara khusus mengingatkan kepada kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) agar tidak terlibat menjadi perantara atau pelobi impor dan distribusi BBM ilegal.

​”Jadi kuota impor kita kasih, bukan nggak kasih. Ada juga mungkin kader HIPMI yang jadi perantara, lobi, main barang itu. Tum begini tum, begini tum. Udahlah kelakuan begini sudah pernah aku lakukan. Jangan kalian pakai untuk diri saya. Ini aku kasih tahu betul. Udahlah untuk bangsa ini jangan kita main-main,” katanya memberikan peringatan keras.

​{…}