Wujudkan Visi Presiden Prabowo, Menteri Bahlil Lahadalia Kejar Target Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun Per Kabupaten dari Swasembada Energi

Menteri133 Views

JAKARTA, rakyatmenilai.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bergerak cepat merealisasikan visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi nasional. Fokus utama kini diarahkan pada optimalisasi potensi sumber daya alam di Papua sebagai motor penggerak transisi energi berbasis nabati.

​Langkah ini diambil guna menekan ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM) yang selama ini membebani anggaran negara hingga Rp 520 triliun per tahun. Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan swasembada energi ini akan membuka ruang fiskal baru untuk memberikan tambahan anggaran langsung ke daerah.

​“Kalau kita bicara B40 atau B50, itu berasal dari sawit atau CPO dalam negeri. Dengan mengoptimalkan potensi Papua, kita bisa menghemat ratusan triliun rupiah yang selama ini lari ke luar negeri untuk impor, sehingga dana tersebut bisa dikembalikan ke daerah sebagai tambahan anggaran pembangunan,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Tambahan Anggaran Rp 1 Triliun di Luar Dana Reguler

​Strategi yang dijalankan Bahlil Lahadalia ini membawa dampak ekonomi yang luar biasa bagi kemandirian daerah. Presiden Prabowo memproyeksikan jika swasembada energi berhasil menekan impor BBM hingga 50 persen, negara akan menghemat sekitar Rp 250 triliun per tahun.

​Dana jumbo hasil penghematan inilah yang diproyeksikan akan dikucurkan ke daerah sebagai tambahan di luar anggaran yang sudah ada saat ini. Prabowo menilai, setiap kabupaten di Indonesia berpeluang mendapatkan tambahan anggaran hingga Rp 1 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.

​Sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil memastikan Papua disiapkan menjadi basis produksi bioetanol nasional yang berasal dari komoditas pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung untuk mendukung visi tersebut.

Papua Jadi Lumbung Bioetanol Nasional

​Pemerintah tengah menyiapkan penguatan mandatori bioetanol (E10 hingga E30) untuk menekan impor bensin. Lahan subur di Papua dinilai memiliki keunggulan kompetitif untuk menjadi pusat produksi bahan baku tersebut secara besar-besaran.

​“Etanol itu dari singkong, jagung, dan tebu. Saya pikir Papua merupakan salah satu wilayah yang berpotensi menjadi basis produksi bahan baku etanol nasional,” tegas Bahlil.

​Visi ini diperkuat dengan arahan Presiden Prabowo agar Papua tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen energi lokal melalui penanaman kelapa sawit dan komoditas energi lainnya secara berkelanjutan agar rakyat Papua merasakan langsung manfaat ekonominya.

Kemandirian Energi Hingga Pelosok

​Di bawah kendali Bahlil Lahadalia, Kementerian ESDM juga terus mendorong pengembangan energi terbarukan lain seperti tenaga surya dan mikrohidro untuk menjangkau desa-desa terpencil di Papua. Penggunaan teknologi panel surya menjadi solusi cepat bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan transmisi konvensional.

​Dengan sinergi yang kuat antara arahan Presiden dan eksekusi Menteri ESDM, target swasembada energi kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk memastikan kedaulatan energi yang mampu memberikan tambahan anggaran nyata bagi kemakmuran daerah dari Sabang sampai Merauke.

​(Sumber: Hasil Liputan Rapat Istana & Keterangan Menteri ESDM)