Kabar Baik dari Agus Gumiwang: Ekspor Sepatu Indonesia Tembus Rp61 Triliun di Tengah Badai PHK

Menteri296 Views

Jakarta, Rakyat menilai.com —Di tengah derasnya kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melemahnya data manufaktur global, industri alas kaki Indonesia justru membawa angin segar. Sektor padat karya ini menunjukkan ketangguhannya dengan mencetak kinerja ekspor yang memukau, membuktikan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi yang tak goyah.

​Menurut data yang dihimpun, nilai ekspor alas kaki Indonesia sepanjang semester I 2025 tumbuh 13,6% secara tahunan, mencapai angka fantastis US$3,77 miliar atau sekitar Rp61,58 triliun. Angka ini seolah menjadi penawar di tengah pesimisme ekonomi global, mengirim sinyal kuat bahwa produk “Made in Indonesia” masih sangat dicari.

​Kinerja positif ini diperkuat oleh PT Yih Quan, sebuah perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Mereka baru saja melakukan ekspor sepatu senilai US100.000 ke Amerika Serikat dan US60.000 ke Australia. Hal ini menunjukkan bahwa investasi multinasional di sektor manufaktur Indonesia tetap tumbuh dan berani mengambil langkah maju di tengah tekanan global.

​Menuju Posisi Puncak Eksportir Dunia

​Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam acara pelepasan ekspor sepatu Converse, menegaskan bahwa industri alas kaki RI kini berada di peringkat ke-6 dunia. Dengan pangsa pasar global mencapai 4%, Indonesia menunjukkan potensi besarnya untuk bersaing di kancah internasional.

​Agus juga menekankan bagaimana merek besar seperti Nike Inc. membuktikan komitmen investasinya di Indonesia. “Ekspor ini merupakan momentum yang menjadi bukti nyata kekuatan ekosistem industri alas kaki Indonesia, yang didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, kawasan industri Batang, asosiasi APRISINDO, dan buyer global seperti Nike,” katanya dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (22/8/2025).

​Menurutnya, industri alas kaki Indonesia tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja berkualitas, memperkuat inklusi sosial, dan menjawab tuntutan pasar global terkait keberlanjutan.

​”Di tengah tantangan tarif dan non-tarif yang dihadapi saat ini, tujuan ekspor terbesar industri alas kaki Indonesia adalah Amerika Serikat, disusul Uni Eropa, dan sejumlah negara non-tradisional yang terus berkembang,” bebernya.

​Strategi Memperluas Pasar dan Serapan Tenaga Kerja

​Agus menjelaskan bahwa pemangkasan tarif impor untuk produk alas kaki Indonesia yang masuk ke AS membuka peluang strategis untuk memperkuat daya saing. Selain itu, ia juga menyebut bahwa saat ini sedang berlangsung perundingan dengan Uni Eropa dan Peru untuk membuka pasar yang lebih luas bagi industri padat karya seperti alas kaki.

​Secara spesifik, ekspor sepatu Converse dari Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2024 mencapai US$1,03 miliar, atau setara Rp16,83 triliun. Angka ini hampir 50% dari total ekspor alas kaki Indonesia ke AS.

​Menurut Agus, Nike Inc. bekerja sama dengan 50 pabrik di Indonesia, 20 di antaranya adalah pabrik alas kaki. Tahun lalu, Nike berhasil mengekspor lebih dari 200 juta pasang sepatu Nike, Converse, dan Jordan ke pasar global dari Indonesia.

​Kinerja industri ini memang luar biasa. Pada Triwulan II 2025, industri kulit dan alas kaki tumbuh 8,31% (y-on-y), jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,12%. Hingga Februari 2025, industri ini telah menyerap 921 ribu tenaga kerja, meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja dan devisa negara.

Sumber: CNBC Indonesia