Baru Dilantik, Ini 3 Fokus Besar Pengurus Baru DPP Pengajian Al-Hidayah

Parpol10 Views

Pelantikan Pengurus DPP Pengajian Al-Hidayah periode 2025–2030 menjadi momentum penguatan struktur organisasi serta peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan di tingkat nasional. Acara yang digelar di Jakarta, Sabtu (29/11/2025), menandai komitmen baru Pengajian Al-Hidayah untuk memperluas perannya dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan keluarga.

Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa organisasi perempuan harus memiliki fondasi kepemimpinan yang kokoh agar mampu bertahan menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang. Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini menyampaikan amanah kepengurusan lima tahun ke depan harus dijalankan dengan profesionalitas, solidaritas, dan orientasi manfaat.

Amanah ini bukan hadiah, tetapi tanggung jawab besar. Organisasi hanya akan kuat jika pengurusnya bekerja kompak, ikhlas, dan konsisten memberi manfaat bagi masyarakat

Pentingnya peran perempuan sebagai penggerak nilai moral, spiritual, dan ketahanan keluarga. Penguatan karakter serta literasi keluarga merupakan inti dari kiprah dakwah Pengajian Al-Hidayah sejak awal didirikan.

Pada periode kepengurusan baru DPP Pengajian Al-Hidayah menyiapkan tiga fokus besar: peningkatan kualitas pengajian, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan tata kelola organisasi melalui sinergi dengan berbagai lembaga nasional. Hetifah menyebut, kolaborasi merulakan kunci untuk memperluas dampak sosial Pengajian Al-Hidayah.

Menurut Hetifah kepada Golkarpedia, Saat ini Pengajian Al-Hidayah tersebar di seluruh DPD Provinsi di Indonesia, yaitu sebanyak 38 Provinsi, serta 412 di DPD Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan pelantikan tersebut, Pengajian Al-Hidayah juga menyampaikan duka mendalam atas musibah yang sedang melanda Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat. Semoga para korban mendapatkan keselamatan, dan mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Pengajian Al-Hidayah juga akan menggalang donasi untuk membantu para korban Banjir Bandang dan Longsor tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah, Sri Suparni Bahlil, menambahkan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat, terutama dalam menghadapi perubahan zaman.

“Pengurus Pengajian Al-Hidayah harus menjadi motor gerakan perempuan yang lebih visioner, terstruktur, dan mampu menggerakkan program-program sosial secara berkelanjutan”

“ribuan kader Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia merupakan potensi besar yang perlu diperkuat melalui pelatihan, kaderisasi, serta pengembangan kapasitas (capacity building) agar mampu menjadi pemimpin di komunitas masing-masing.

Dengan kepengurusan baru yang lebih solid, strategi yang terarah, dan dukungan berbagai pihak, Pengajian Al-Hidayah optimistis dapat terus menghadirkan perempuan-perempuan pemimpin yang berkontribusi bagi umat, bangsa, dan pembangunan nasional.