BATAM – Di tengah gempuran globalisasi yang mendisrupsi tatanan sosial, pembangunan kekuatan mental dan spiritual menjadi harga mati bagi ketahanan bangsa. Penegasan ini mengemuka saat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mendampingi Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, meresmikan Masjid Bintang Amin Angkasa di lingkungan Lanud Hang Nadim, Batam, Selasa (17/3/2026).
Bagi Gubernur Ansar, masjid bukan sekadar bangunan fisik megah dengan ornamen arsitektur, melainkan pusat pembinaan umat yang strategis. Di era saat ini, perubahan nilai akhlak dan spiritualitas menjadi tantangan nyata. Oleh karena itu, kehadiran sarana ibadah di lingkungan militer dan masyarakat umum merupakan langkah krusial dalam menjaga moralitas bangsa.
”Masjid menjadi pusat pembinaan umat. Saat ini sudah banyak masjid yang dibangun dengan fasilitas memadai sehingga memberikan kenyamanan bagi jamaah dalam beribadah,” ujar Ansar, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan sarana ibadah tersebut.
Integrasi Militer dan Religi: Tangguh Fisik, Mulia Akhlak
Ada pesan mendalam yang disampaikan Gubernur Ansar terkait penempatan masjid di lingkungan militer. Menurutnya, profesionalisme prajurit TNI tidak cukup hanya didukung oleh ketangguhan fisik dan penguasaan alutsista canggih. Kekuatan spiritual adalah fondasi utama yang membentuk karakter prajurit yang amanah dan berakhlak mulia dalam menjalankan tugas negara.
Masjid Bintang Amin Angkasa diharapkan menjadi “kawah candradimuka” bagi penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan Lanud Hang Nadim. Keberadaannya harus mampu menghidupkan kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga aktivitas sosial yang mempererat kebersamaan antara korps militer dengan masyarakat sekitar.
Ansar menekankan bahwa Pemprov Kepri menyambut baik setiap upaya yang mendorong penguatan kehidupan beragama yang harmonis. Hal ini sejalan dengan visi besar membangun Kepulauan Riau yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga religius dan rukun dalam bingkai kebhinekaan.
Efek Domino Pembangunan Sarana Ibadah bagi Sosial-Ekonomi
Dukungan Pemprov Kepri terhadap pembangunan sarana ibadah juga memiliki dimensi efisiensi sosial. Dengan fasilitas yang memadai, masjid dapat berfungsi sebagai pusat literasi dan pembinaan akhlak yang mampu meredam potensi konflik sosial dan dekadensi moral di tengah masyarakat. Hal ini secara tidak langsung mengurangi beban negara dalam menangani dampak negatif dari pergeseran nilai sosial di era digital.
”Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari jajaran Lanud Hang Nadim, para donatur, hingga tokoh masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan peresmian ini juga diwarnai dengan aksi simbolis penanaman pohon oleh Menhan dan Gubernur Ansar. Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa kedaulatan negara harus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan dan kemantapan spiritualitas.
Turut hadir dalam momentum penting ini sejumlah petinggi negara dan militer, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, hingga Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Kehadiran para tokoh lintas instansi ini mempertegas bahwa pembangunan spiritualitas adalah agenda kolektif seluruh elemen bangsa.
Analisis Penutup: Masjid sebagai Benteng Pertahanan Non-Fisik
Peresmian Masjid Bintang Amin Angkasa di Lanud Hang Nadim bukan sekadar seremoni gunting pita. Ini adalah manifestasi dari kesadaran bahwa pertahanan sebuah negara tidak hanya dibangun di atas beton dan baja, tapi juga di atas fondasi iman yang kokoh. Gubernur Ansar Ahmad secara konsisten menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik di Kepri harus selalu seimbang dengan pembangunan “infrastruktur jiwa” rakyatnya.
rakyatmenilai.com memandang langkah Ansar Ahmad dalam memprioritaskan sarana ibadah sebagai strategi jitu untuk menciptakan masyarakat yang stabil secara mental. Di daerah kepulauan yang menjadi beranda terdepan NKRI seperti Kepri, kerukunan beragama dan kekuatan spiritual adalah modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Rakyat menilai, masjid yang nyaman dan fungsional adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap rendah hati secara spiritual. Kita berharap Masjid Bintang Amin Angkasa tidak hanya ramai saat salat berjamaah, tapi juga menjadi saksi lahirnya prajurit-prajurit dan warga Kepri yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. (Sumber: KepriProv)







