KETUA Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, riset-riset di berbagai bidang seperti kesehatan, ketahanan pangan, dan energi oleh perguruan tinggi perlu menjadi dasar kebijakan berbasis data, dan tidak sekedar menjadi pencapaian akademik.
Hetifah mengatakan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026), merespons masih banyaknya produk penting, seperti produk kesehatan, yang diimpor.
Menurutnya, banyak aspek kehidupan yang dipengaruhi oleh riset dan inovasi. Berbagai tantangan kesejahteraan masyarakat, katanya, dapat dicari solusi-solusinya melalui riset yang sesuai kondisi masyarakat.
“Karena apa yang terjadi di negara lain, hasil riset dari negara lain belum tentu semuanya juga berefek sama ataupun sesuai untuk negara kita. Jadi kita juga membutuhkan researcher-researcher yang meneliti kondisi masyarakat di Indonesia sendiri,” katanya, dikutip dari Antaranews.
Dia pun menyayangkan riset-riset perguruan tinggi yang hanya dijadikan pencapaian bagi dosen dan mahasiswa, tanpa diteruskan hingga menjadi produk akhir yang bermanfaat bagi publik.
Dalam kesempatan terpisah, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan, kebijakan berbasis bukti dan data yang akurat membantu pemerintah memenuhi empat Pedoman Kabinet Merah Putih guna mencapai kemakmuran Indonesia. “Data adalah new oil, itu yang sering dikatakan oleh Presiden,” katanya.
Rieke mengatakan, konsep empat pedoman Kabinet Merah Putih bagus dan penting, dan untuk mencapainya perlu segera mengesahkan RUU Satu Data Indonesia agar data yang akurat bisa dijadikan basis pembangunan.
Menurutnya, di masa kini, di negara manapun, segalanya ditopang oleh data. Dengan data yang akurat, aktual, dan relevan, keempat konsep itu bisa dilaksanakan.
Adapun keempat Pedoman Kabinet Merah Putih yang disebutkan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya sebagai berikut:
• Bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
• Menjaga, menjalankan dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital (the core and vital national interest), termasuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia.
• Mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
• Berorientasi pada kepentingan rakyat, anak-anak, dan cucu-cucu mereka.
Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah. Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. []







