Visit Sponsor

Written by 2:32 pm Presiden

Megawati Tanya Siapa Sebabkan MK Seperti Ini? Peserta Rakernas V PDIP Teriakkan Nama ‘Jokowi’

Jakarta, Rakyat Menilai — Para kader PDI Perjuangan mendadak meneriakkan nama Presiden Joko Widodo saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI-P, Jumat (24/5/2024).

Teriakan itu terdengar ketika Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, bertanya kepada mereka siapa penyebab kondisi Mahkamah Konstitusi (MK) seperti saat ini.

Awalnya, Megawati mengungkit ihwal awal berdirinya MK. Lembaga pengadil konstitusi itu, menurutnya, sengaja didirikan untuk tujuan yang baik. 

“MK itu ya saya yang mendirikan loh, coba bayangkan kok barang yang saya bikin itu digunakan tapi tidak dengan makin baik. Waktu saya presiden banyak lho, nanti kalau saya beberin semua nanti ada yang bilang Ibu Mega sombong banget, enggak,” kata Megawati saat menyampaikan pidato politik.

Ia kemudian mengungkit bahwa ketika Gedung MK saat ini hendak dibangun, dirinya bahkan sampai turun tangan membantu untuk mencarikan lokasi terbaik.

“Sampai waktu saya mendirikan, saya sangat ingat, saya minta dicarikan tempatnya. Tahu-tahu di daerah mana, saya bilang enggak ini sebuah Mahkamah Konstitusi yang harus berwibawa hakim-hakimnya mesti punya karakter kenegarawanan,” tegasnya.

Hingga pada akhirnya, markas sembilan hakim konstitusi bekerja itu diputuskan didirikan di Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 6, Gambir, Jakarta Pusat. Lokasinya pun hanya berjarak kurang lebih 600 meter dari lokasi Istana Negara.

Menurut Megawati, dirinya sengaja menempatkan MK dekat dengan Istana untuk menjaga kewibawaan para hakimnya.

“Ring 1 istana itu saya tahu adalah tempat-tempat yang harus dijaga artinya supaya dia berwibawa enggak gampang-gampang,” tutur dia.

Namun tiba-tiba, Megawati justru bertanya kepada para peserta Rakernas V PDI-P mengenai siapa pihak yang bersalah membuat kondisi MK seperti saat ini.

“Ini yang salah siapa hayo, hayo?” tanya Megawati.

Mendengar pertanyaan tersebut, sejumlah kader PDI-P justru meneriakkan nama Presiden Jokowi.

“Jokowi,” teriak peserta.

Megawati meminta kader berteriak lebih kompak dan keras untuk menunjukkan kesolidan partai.

“Kalau jadi partai, katanya partai itu kita solid bergerak, kalau teriak semua gitu loh,” pinta Megawati.

“Kok kayaknya masih selalu goyang goyang goyang, goyang goyang goyang ya. Siapa yang goyang enggak usah deh jadi PDI Perjuangan dah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, MK sejak beberapa waktu lalu selalu mendapat sorotan atas sejumlah putusannya.

Salah satunya, mengenai Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia pencalonan calon presiden dan calon wakil presiden.

Putusan yang diambil saat MK masih dipimpin Anwar Usman, ipar Presiden Jokowi itu, dinilai memberikan karpet merah bagi Gibran Rakabuming Raka untuk mencalonkan diri di kontestasi Pilpres 2024.

Silahkan baca artikel sumber di {kompas}

(Visited 202 times, 1 visits today)