Meutya Hafid Resmikan Kampung Internet, Akses Broadband Gratis Jadi Kunci Genjot Ekonomi Digital Desa

Kementerian Komdigi Hadirkan 1.194 Titik Internet Pita Lebar di 20 Desa, Beri Pelatihan Bagi Pelajar Sekaligus Jadi Modal Usaha UMKM

Menteri223 Views

Jakarta, RakyatMenilai.com Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperluas akses internet di wilayah pedesaan melalui program “Kampung Internet,” sebuah inisiatif kolaboratif yang menghubungkan masyarakat desa dengan layanan fixed broadband dan pendampingan literasi digital. Program ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi digital hingga ke pelosok negeri.

​Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa program Kampung Internet adalah wujud nyata upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di seluruh daerah dapat mengakses internet berkualitas.

​“Hari ini kita berkumpul di Desa Kramat Gajah untuk meresmikan program Kampung Internet, yaitu program bantuan akses internet pita lebar tetap atau fixed broadband,” ujar Meutya dalam sambutannya, Senin (29/9/2025).

​Menurutnya, inisiatif ini menunjukkan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat.

​“Ini adalah wujud kehadiran negara bahwa informasi dan konektivitas adalah milik semua, termasuk hingga pelosok desa ataupun kampung-kampung di berbagai wilayah di Indonesia,” tegasnya.

​Untuk tahap awal, program Kampung Internet ini menargetkan 20 desa dengan jumlah 1.194 titik yang tersebar di Sumatera Utara, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat.

​Khusus untuk wilayah Sumatera Utara, peresmian dilakukan langsung oleh Menkomdigi Meutya di empat desa di Kabupaten Deli Serdang, yakni Desa Kramat Gajah, Desa Pulo Tagor Baru, Desa Baru Titi Besi, dan Desa Tanah Abang.

​Selain itu, ia juga meresmikan program di dua desa di Kabupaten Serdang Bedagai, yaitu Desa Tambak Cekur dan Desa Manggis.

​“Sumatera Utara istimewa karena menjadi daerah peluncuran pertama. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mempercepat transformasi digital,” tutur Meutya.

Manfaat Berlapis: Konektivitas, Pengetahuan, dan Ekonomi

​Melalui program ini, Komdigi menggandeng berbagai mitra operator untuk menyediakan layanan internet rumah gratis selama 12 bulan bagi warga desa terpilih.

​Manfaat program ini tidak hanya berhenti pada penyediaan akses internet. Meutya menjelaskan, inisiatif ini juga disertai pelatihan teknisi fiber optik bagi pelajar SMK.

​Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda serta memperkuat literasi digital masyarakat desa.

​“Kami ingin manfaatnya berlapis, tidak hanya koneksi yang hadir, tapi juga ada transfer pengetahuan. Anak-anak SMK bisa ikut belajar jadi teknisi, dan masyarakat bisa pakai internetnya untuk usaha, belajar, atau pelayanan publik,” tambah Meutya.

​Ia lebih lanjut menjelaskan, keberadaan akses internet pita lebar tetap memiliki keunggulan dari sisi keandalan, kecepatan, dan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan jaringan seluler.

​Menurut Meutya, hal ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat desa secara signifikan.

​“Kami berharap layanan ini dapat menjadi bagian dari modal usaha yang membantu UMKM selama 12 bulan ke depan. Program ini harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Meutya juga mengungkapkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan transformasi digital di tingkat akar rumput.

​Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri untuk bersama-sama memperluas cakupan dan manfaat Kampung Internet.

​“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh dukungan semua pihak agar percepatan digitalisasi ini benar-benar menyentuh masyarakat desa,” pungkas Meutya, seperti dikutip dari Detikinet.