JAKARTA – Estafet kepemimpinan di kursi pimpinan DPR RI resmi bergulir dengan ditetapkannya Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI dalam Rapat Paripurna ke-13, Selasa (27/1/2026). Politisi perempuan andalan Fraksi Partai Golkar ini secara resmi menggantikan Adies Kadir yang kini beralih tugas menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebagaimana dilansir dari laporan Suara.com, penetapan Sari Yuliati dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa di Kompleks Parlemen, Senayan. Persetujuan diberikan secara bulat oleh seluruh anggota dewan yang hadir, menandai babak baru keterwakilan perempuan di jajaran elite legislatif untuk mengoordinasikan Bidang Ekonomi dan Keuangan.
Rekam Jejak Politik yang Matang di Beringin
Karier politik Sari Yuliati bukan diraih dalam semalam. Ia merupakan kader tulen Partai Golkar yang telah merintis jalan sejak tahun 2004. Berawal dari barisan muda, Sari secara bertahap menempati posisi-posisi vital di struktur internal partai, termasuk jabatan strategis sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029 sekaligus Bendahara Fraksi di DPR RI.
Di parlemen, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat II (Pulau Lombok) ini telah mengabdi selama dua periode. Sebelum naik menjadi pimpinan DPR, Sari dikenal sebagai sosok vokal saat menjabat Wakil Ketua Komisi III yang membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan.
Akademisi Cemerlang dan Aktivis 98
Selain karier politik yang moncer, latar belakang pendidikan Sari Yuliati tergolong sangat impresif. Ia merupakan lulusan Teknik Sipil Universitas Trisakti yang masuk dalam lima besar lulusan terbaik. Jiwa kepemimpinannya pun sudah terasah sejak menjadi aktivis kampus pada era Reformasi 1998.
Tidak berhenti di ilmu teknik, Sari terus mengembangkan kapasitas intelektualnya dengan meraih gelar Magister Teknik dari Universitas Indonesia, Sarjana Hukum dari Universitas Kristen Indonesia, dan saat ini tengah menempuh program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran.
Profil Kekayaan dan Harapan Parlemen
Sebagai pejabat publik yang transparan, Sari melaporkan harta kekayaannya melalui LHKPN tahun 2023 sebesar Rp 55,6 miliar. Kekayaan tersebut mencakup berbagai aset tanah dan bangunan di area strategis Jabodetabek serta koleksi kendaraan yang menunjang mobilitasnya sebagai wakil rakyat.
Penetapan Sari Yuliati disambut optimis oleh pimpinan DPR lainnya. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, terutama dalam penguatan fungsi legislasi dan pengawasan anggaran. Dengan latar belakang teknis yang sistematis dan pemahaman hukum yang mendalam, Sari Yuliati kini menjadi energi baru bagi kemajuan parlemen Indonesia. {}







