Disiplin Siswa Merokok di Sekolah Berujung Konflik, Hetifah Sjaifudian: Persoalan Seharusnya Selesai di Internal

Uncategorized222 Views

JAKARTA, RakyatMenilai.com – Konflik yang sempat mencuat di SMAN 1 Cimarga, Banten, setelah seorang siswa kedapatan merokok dan diduga mendapat tindakan disiplin fisik, menuai sorotan dari parlemen. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan penyesalannya terhadap insiden tersebut namun meminta agar kejadian ini dijadikan pembelajaran berharga.

​“Kita tentu menyesalkan kejadian tersebut, meskipun peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bersama,” kata Hetifah kepada wartawan, Jumat (17/10/2025), dikutip dari Detik.

​Hetifah mengingatkan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang melarang segala aktivitas terkait rokok di lingkungan sekolah. Peraturan ini bertujuan krusial untuk menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari efek negatif rokok.

​“Sekolah, terutama kepala sekolah, memang memiliki tanggung jawab sangat besar dalam pelaksanaan kebijakan ini, termasuk memasukkan larangan merokok dalam tata tertib sekolah,” sebutnya.

​Meskipun menyetujui penegakan disiplin, Hetifah menekankan bahwa sekolah sebaiknya tidak menerapkan tindakan yang melanggar hak peserta didik dari segi kekerasan. Di sisi lain, tindakan orang tua siswa yang melaporkan anaknya ke polisi setelah didisiplinkan akibat merokok dinilai bukan langkah yang bijak.

​“Tindakan orang tua siswa yang melaporkan kasus tersebut ke polisi karena anaknya didisiplinkan akibat merokok di sekolah juga bukanlah langkah yang bijak,” ucap dia.

​Menurutnya, persoalan semacam ini seharusnya dapat diselesaikan melalui mekanisme internal satuan pendidikan terlebih dahulu.

​Hetifah juga meminta kepala daerah agar tidak tergesa-gesa mengambil keputusan dalam kasus serupa. Ia berharap kepala daerah tidak serta-merta menonaktifkan kepala sekolah, melainkan lebih baik melakukan klarifikasi terlebih dahulu mengingat pentingnya posisi seorang kepsek di sekolah.

​“Saya berharap, kepala daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan tidak serta-merta menonaktifkan kepala sekolah yang tengah menghadapi persoalan seperti ini,” ucapnya.

​Diketahui, polemik siswa yang diduga ditampar Kepala Sekolah (Kepsek) lantaran ketahuan merokok ini sempat membuat Gubernur Banten Andra Soni turun tangan. Gubernur memfasilitasi pertemuan mediasi antara Kepsek Dini Fitri dengan murid yang ketahuan merokok bernama Indra. Pertemuan tersebut berhasil membuat siswa dan kepsek saling menyampaikan maaf dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan di ruang kerja Gubernur di Kota Serang, Rabu (15/10/2025).