​Aksi Nyata Awal Tahun! Presiden Prabowo Tinjau 600 Huntara Danantara di Aceh Tamiang

​Prabowo: Fokus Kita Mengurangi Penderitaan Rakyat, Pemimpin Harus Tahan Hujat dan Terus Membuktikan dengan Kerja

Presiden15 Views

ACEH TAMIANG, rakyatmenilai.com – Mengawali hari pertama di tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto langsung tancap gas meninjau kondisi pembangunan Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Kunjungan ini merupakan rangkaian maraton Presiden setelah sebelumnya menghabiskan malam pergantian tahun bersama para pengungsi di Tapanuli Selatan.

​Dalam peninjauan tersebut, Presiden memberikan apresiasi tinggi kepada Danantara yang berhasil membuktikan kerja cepat dengan merampungkan 600 unit Huntara hanya dalam waktu 8 hari. Langkah ini merupakan bagian dari instruksi langsung Kepala Negara untuk mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak bencana paling parah.

​“Hari ini Danantara membuktikan, dalam 8 hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah bagaimana bisa mengurangi penderitaan rakyat kita. Itu pemikiran kita sebagai pemimpin,” tegas Prabowo sebagaimana dikutip dari laporan CNBC Indonesia saat rapat bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Aceh Tamiang.

Target 15.000 Hunian dalam 3 Bulan

​Program Huntara ini bukan sekadar bantuan sesaat. Berdasarkan data yang dihimpun dari CNN Indonesia, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan pembangunan total 15.000 unit hunian yang tersebar di tiga provinsi terdampak (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) dalam waktu tiga bulan ke depan.

​Proyek raksasa yang menelan anggaran hingga Rp 1 triliun ini bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN. Presiden menekankan bahwa kehadiran pemerintah di lapangan merupakan kewajiban mutlak, meski di tengah momen perayaan tahun baru.

Respon Terhadap Nyinyiran: Buktikan dengan Bukti

​Di tengah upaya pemulihan tersebut, Presiden Prabowo menyikapi dengan tenang berbagai kritik maupun disinformasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki mental baja dan tetap fokus pada pelayanan masyarakat tanpa terpengaruh gangguan yang tidak produktif.

​“Saya percaya dengan bukti. Salah satu kewajiban pemimpin adalah siap dihujat dan difitnah. Tapi tidak boleh kita terpengaruh dan patah semangat. Hal-hal yang nyinyir kita anggap sebagai peringatan, kita buktikan dengan kerja nyata,” ujar Prabowo seperti diberitakan CNBC Indonesia.

​Presiden juga menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa mendatangi seluruh titik bencana secara fisik, namun ia memastikan bantuan dan penanganan dilakukan merata di seluruh daerah yang mengalami kesulitan.

Penerbangan Lintas Sumatera Demi Rakyat

​Perjalanan Presiden menuju Aceh Tamiang dilakukan melalui koordinasi logistik yang ketat. Mengutip laporan CNN Indonesia, rombongan bertolak dari helipad PTPN IV Tapanuli Selatan sekitar pukul 09.20 WIB menggunakan helikopter TNI AU Caracal. Presiden sempat menyapa warga sebelum melanjutkan penerbangan melalui Bandara Silangit, Lanud Soewondo Medan, dan akhirnya mendarat di Lapangan Bukit Rata, Aceh Tamiang.

​Turut mendampingi Presiden dalam rombongan antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menko Infrastruktur AHY, Mendagri Tito Karnavian, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Seskab Teddy Indra Wijaya. Kehadiran jajaran menteri kunci ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melakukan rehabilitasi infrastruktur pascabencana secara terintegrasi.

​Dengan penyerahan 600 Huntara ini, pemerintah optimis roda ekonomi dan kehidupan sosial di Aceh Tamiang dapat segera bangkit kembali menuju stabilitas di tahun 2026. {}

Related Posts

Don't Miss