Visit Sponsor

Written by 5:01 am Opini, Pemilu

Bukan Amplop Atau Nama Besar, Misbakhun Beberkan Kunci Raih Kursi Di Senayan

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar, Mukhamad Misbakhun membeberkan kesuksesan dirinya masuk ke Parlemen, Senayan, Jakarta meski berangkat dari orang yang bukan siapa-siapa. Ia mengawali karier politik dengan ikut pada pemilu legislatif (Pileg) 2009.

“Di Dapil saya bukanlah siapa-siapa. Partainya pun bukan partai besar. Saya berangkat dari survei awal. Elektabilitas 0 persen, popularitas tidak tercapture di survei. Praktis 0 persen,” kata Misbakhun dikutip dari percakapan WAG Golkar Milenial-NKRI, Senin (10/4/2023).

Ia mengaku saat mencalonkan diri menjadi Caleg, yang dihadapi adalah figur-figur yang sudah  populer. Seperti artis yang sudah sering nongol di TV, mantan bupati, pensiunan jenderal, pensiunan Dirjen, mantan walikota, Caleg incumbent hingga yang bergelar profesor dan kiai.

“Di Dapil saya bukanlah siapa-siapa. Partainya pun bukan partai besar. Saya berangkat dari survei awal. Elektabilitas 0 persen, popularitas tidak tercapture di survei. Praktis 0 persen,”

Mukhamad Misbakhun

Namun Misbakhun tak gentar. Ia kemudian menyusun strategi dengan membangun basis massa dan simpul jaringan yang loyal dan militan dengan kerja-kerja riil di lapangan. Tak mudah memang, ia harus menghadapi penguasa lokal yang memusuhi Caleg yang bukan dari partainya.

Menurutnya, penguasa lokal itu juga mengerahkan kekuatan aparat birokrasi untuk menghambat. Ini ditambah dengan hembusan isu wahabi di basis NU yang kala itu sangat kuat.

“Tapi, Alhamdulillah dapat kursi di DPR RI 2009. Kuncinya turun di Dapil menyapa pemilih secara konsisten, berkesinambungan, dan berkelanjutan,” ungkap Misbakhun.

“Kalau ingin mendapatkan dukungan rakyat, harus mendatangi rakyat. Kita sentuh hatinya supaya kita dapatkan pilihan politik dalam bentuk coblosan suara di TPS,” lanjutnya.

Sebelum terjun ke dunia politik, Misbakhun adalah seorang pengusaha.Pria kelahiran Pasuruan, 29 Juli 1970 ini tumbuh besar dalam lika-liku kehidupan masyarakat desa dengan keluarga yang sederhana. Bahkan keluarganya tergolong berekonomi menengah ke bawah.

Meski mengalami hidup yang sulit, sejak kecil Misbakhun telah terbiasa melakukan puasa sunnah pada hari Senin dan Kamis atas saran ayahnya.

“Tapi, Alhamdulillah dapat kursi di DPR RI 2009. Kuncinya turun di Dapil menyapa pemilih secara konsisten, berkesinambungan, dan berkelanjutan. Kalau ingin mendapatkan dukungan rakyat, harus mendatangi rakyat. Kita sentuh hatinya supaya kita dapatkan pilihan politik dalam bentuk coblosan suara di TPS,”

Mukhamad Misbakhun

Saat remaja, Misbakhun tergolong cerdas. Ia menempuh jenjang pendidikan menengah atasnya di SMAN 1 Pasuruan pada tahun 1986. Setelah lulus SMA pada tahun 1988, ia kemudian melanjutkan kuliah pada program Diploma III Perpajakan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di Bintaro.

Sekolah ini merupakan sekolah kedinasan dari Kementerian Keuangan. Otomatis, ketika lulus Misbakhun langsung mendapat tempat di lingkungan Kementerian Keuangan.

Di sela ia berkarier di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai PNS di Direktorat Jenderal Pajak, Misbakhun kembali melanjutkan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta dan lulus pada tahun 2003.

Namun, pada 2005 Misbakhun memutuskan untuk mengundurkan diri dari PNS dan beralih profesi menjadi seorang pengusaha. Ia mendirikan PT Agar Sehat Makmur Lestari, sebuah perusahaan pengolahan rumput laut, di Pasuruan, Jawa Timur.

Perusahaannya berkembang pesat dan Misbakhun menjadi seorang pengusaha yang sukses di bidang yang digelutinya. Kemudian pada tahun 2009 ia memutuskan terjun ke politik dengan menjadi calon anggota legislatif (Caleg). Ia terpilih dari Dapil Jatim yang meliputi Kota dan Kabupaten Probolinggo serta Pasuruan. 

Silahkan baca artikel sumber di {golkarpedia}

(Visited 28 times, 1 visits today)