Visit Sponsor

Written by 7:51 am Parpol

Menjamu Prabowo di Solo, Gibran Dipanggil DPP PDIP, Gimik Atau Basa-basi?

Surakarta, Rakyat Menilai — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan diminta datang ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Jakarta, pada Senin 22 Mei.

Gibran mengaku mendapat telepon dari Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto pagi tadi.

Panggilan ini datang sehari setelah Gibran mengumpulkan relawan untuk bertemu dengan calon presiden dari Gerindra, Prabowo Subianto di angkringan Omah Semar, Jumat malam kemarin.

“Bukan teguran. Tapi Senin besok saya dipanggil ke DPP,” kata Gibran di Solo, Sabtu (20/5).

“Bukan teguran. Tapi Senin besok saya dipanggil ke DPP,”.

Gibran Rakabuming Raka

Putra Presiden Joko Widodo itu mengaku tidak mengetahui tujuan DPP PDIP memanggilnya. Ia menduga hal itu tak lepas dari pertemuan relawan Gibran dan Jokowi dengan Prabowo.

“Mungkin terkait itu,” ujarnya.

Gibran memastikan dirinya akan memenuhi panggilan dari DPP PDIP tersebut. Ia bahkan siap menerima hukuman jika pertemuannya dengan Ppabowo dianggap salah.

“Saya ini cuma kader baru, kader muda. Dipanggil, ditegur, dihukum, monggo silakan. Saya ikut,” katanya.

Ia menilai pertemuannya dengan Prabowo sebagai hal wajar. Sebagai Wali Kota Solo, ia sudah sewajarnya menjamu tamu-tamu yang berkunjung ke daerahnya, terutama pejabat tinggi negara.

“Bahkan Pak Anies pun saya dampingi. Tuan rumah harus mendampingi tamu,” kata Gibran.

“Bahkan Pak Anies pun saya dampingi. Tuan rumah harus mendampingi tamu,”.

Walikota Solo Gibran

Gibran memastikan pertemuan dengan Prabowo sama sekali tidak berkaitan deklarasi dukungan relawan kepada Prabowo. Ia berada di luar forum ketika Prabowo berorasi di depan para relawan.

“Kemarin itu saya hanya makan malam saja. Urusan pencapresan kan kemarin saya minggir. Aku kan tidak ikut ketika beliau (Prabowo) orasi dan lain-lain kan saya minggir. Saya kan nggak ikut-ikut,” katanya.

Keputusan relawannya mendukung Prabowo, kata Gibran, murni aspirasi arus bawah. Ia mengklaim para relawan bertindak atas keputusan sendiri.

“Yang namanya relawan itu tidak bisa dipaksa. Harus ke sini, harus ke situ, tidak bisa. Relawan itu orang-orang yang kritis, objektif,” ujarnya.

“Yang namanya relawan itu tidak bisa dipaksa. Harus ke sini, harus ke situ, tidak bisa. Relawan itu orang-orang yang kritis, objektif,”.

Gibran Rakabuming Raka

Lebih lanjut, Gibran tak menampik saat ini relawan terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian mendukung Prabowo, lainnya mendukung Ganjar.

“Memang ada yang ndukung Pak Prabowo, ada yang ndukung Pak Ganjar. Kalau saya disuruh ngumpulin pendukungnya Pak Ganjar, pasti kemarin lebih banyak lagi yang datang,” katanya.

Silahkan baca artikel sumber klik disini!

(Visited 100 times, 1 visits today)