JAKARTA, rakyatmenilai.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, akhirnya buka suara terkait beredarnya foto pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan sejumlah petinggi partai politik beberapa hari lalu. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut memicu spekulasi kuat mengenai arah peta politik nasional di tahun 2026.
Sebagai informasi, Bahlil Lahadalia tampak melakukan pertemuan intensif dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, serta Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Meski tidak hadir secara langsung, Doli memberikan gambaran strategis mengenai apa yang menjadi poin pembicaraan para tokoh bangsa tersebut.
“Sebetulnya ini silaturahim biasa saja. Namun, ada dua hal mendasar yang dibicarakan. Pertama adalah bicara kemungkinan terbentuknya koalisi permanen, masih dalam tahap penjajakan untuk periode ini,” ujar Ahmad Doli Kurnia dalam dialog Kompas Petang, Kamis (1/1/2026).
Penjajakan Koalisi Permanen demi Stabilitas Politik
Gagasan mengenai koalisi permanen ini dinilai sebagai langkah maju untuk memastikan stabilitas pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya kesepahaman jangka panjang antarpartai besar, agenda-agenda pembangunan strategis diharapkan tidak lagi terhambat oleh dinamika politik sesaat di parlemen.
Doli menegaskan bahwa penjajakan ini sangat penting guna menyamakan frekuensi antarpartai koalisi pemerintah dalam mengawal kebijakan-kebijakan nasional yang pro-rakyat.
Curah Pendapat Terkait Revisi UU Partai Politik
Selain soal koalisi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang sharing informasi terkait rencana pembahasan Undang-Undang Partai Politik (UU Parpol). Menurut informasi yang diterima Komisi II DPR RI, revisi undang-undang tersebut kemungkinan besar akan mulai dibahas pada awal tahun ini.
“Kedua, masih terkait dengan isu undang-undang politik. Kemungkinan di awal tahun ini sudah mulai bicara tentang pembahasan UU Partai Politik. Jadi sudah mulai ada brainstorming mengenai hal itu,” lanjut Doli.
Ia juga mengklarifikasi bahwa pertemuan para elite tersebut belum menyentuh ranah teknis mengenai Pemilu atau Pilkada secara spesifik. Fokus utama saat ini adalah penguatan institusi partai politik dan soliditas kerja sama antarpartai pendukung pemerintah.
“Jadi ini lebih ke arah menyamakan persepsi besar tentang masa depan demokrasi kita, bukan bicara teknis Pilkada dan seterusnya,” pungkas legislator senior Partai Golkar tersebut.
Pertemuan lintas partai ini memberikan sinyal kuat bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun penguatan fondasi politik nasional yang lebih terlembaga dan stabil. {}







