BOGOTA – Presiden Kolombia, Gustavo Petro, secara resmi mengusulkan rekonstruksi Gran Kolombia (Kolombia Raya) melalui akun X pribadinya. Gagasan yang merujuk pada visi historis Simón Bolívar ini diproyeksikan sebagai sebuah konfederasi bangsa-bangsa otonom yang bertujuan untuk memperkuat posisi strategis Amerika Latin di kancah global.
Dalam pernyataannya, Petro menawarkan peta jalan teknis yang melibatkan penggabungan kekuatan ekonomi dan politik regional. Model yang ditawarkan mengadopsi sistem integrasi serupa dengan Uni Eropa atau sistem federal Amerika Serikat, namun tetap mempertahankan kedaulatan negara-negara anggotanya.
Menghidupkan Kembali Ide Simón Bolívar
Petro menegaskan bahwa langkah awal untuk mewujudkan ide ini adalah melalui mekanisme demokrasi. “Saya mengusulkan melalui pemungutan suara konstituen dari penduduk, agar kita membangun kembali Gran Kolombia sebagai konfederasi bangsa-bangsa otonom,” tulis Petro.

Gran Kolombia merupakan entitas politik yang pernah berdiri pada tahun 1819 hingga 1831, mencakup wilayah yang kini menjadi Kolombia, Venezuela, Ekuador, dan Panama. Usulan Petro ini bermaksud menghidupkan kembali kerja sama tersebut dalam format yang lebih modern dan relevan dengan tantangan abad ke-21.
Fokus pada Industri, Energi Bersih, dan Teknologi
Visi konfederasi ini menitikberatkan pada kemandirian kawasan sebagai pusat baru dalam peta geopolitik dunia. Beberapa poin strategis yang dijabarkan Petro meliputi:
- Kebijakan Komersial: Mendorong industrialisasi bersama guna memperkuat posisi tawar ekonomi.
- Sentralitas Geografis: Memaksimalkan posisi Amerika Latin sebagai pusat konektivitas dan pariwisata dunia.
- Infrastruktur dan Energi: Transformasi kawasan menjadi pusat energi bersih, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembangunan infrastruktur mobilitas dan komunikasi berteknologi tinggi.
- Struktur Pemerintahan: Pembentukan lembaga supranasional yang mencakup Parlemen Gran Kolombia, Tribunal Keadilan, dan Dewan Pemerintah.
Petro menyatakan bahwa integrasi ini akan menjadikan kawasan tersebut sebagai jantung energi terbarukan dan pusat konektivitas global yang terintegrasi secara digital dan fisik.
Perkembangan Terkini dan Langkah Konstitusional
Gagasan ini memicu diskusi luas mengenai integrasi regional di Amerika Latin. Namun, implementasi dari visi ini dipastikan memerlukan jalan panjang, mengingat setiap negara yang terlibat harus melalui proses konsensus politik dan hukum yang kompleks.
Saat ini, mekanisme utama yang diajukan oleh Presiden Petro adalah melalui pemungutan suara suara rakyat (constituent vote) untuk menentukan arah kebijakan integrasi tersebut. Usulan ini menjadi bagian dari diskursus diplomatik di kawasan, terutama di tengah upaya negara-negara Amerika Latin dalam mencari alternatif penguatan ekonomi di luar ketergantungan pada kekuatan hegemoni tradisional.
Sumber: Akun X Gustavo Petro







