Visit Sponsor

Written by 6:59 am Presiden

Wapres Sebut Pendirian Masjid di Slovakia Syaratnya Sangat Sulit Harus 50 Ribu Orang

Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Presiden Slovakia Zuzana Caputova. (Kanavino/detikcom)

Bratislava, Rakyat Menilai — Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyampaikan mengenai belum adanya masjid bagi warga negara Indonesia (WNI) yang beragama Islam dan warga muslim lainnya di Slovakia saat bertemu Presiden Slovakia Zuzana Caputova. Namun, Zuzana mengatakan syarat pendirian masjid belum terpenuhi.

“Dan terus terang banyak warga kita yang muslim belum punya masjid di sini, tapi beliau menyampaikan bahwa belum cukup aturannya dipenuhi,” kata Ma’ruf di Bratislava, Slovakia, Senin (27/11/2023).

Ma’ruf juga bicara mengenai perang di Ukraina dan di Gaza. Ma’ruf berharap ada solusi permanen terkait konflik di Gaza.

“Bahwa kita memang Indonesia ingin supaya segera dihentikan pertempuran dan solusi permanen, two-state solution. Tapi dia setuju itu, cuman dia masih menganggap bahwa Hamas itu teroris,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf menjelaskan mengenai banyaknya korban perempuan akibat perang di Gaza. Ma’ruf mendorong penyelesaian permanen agar warga sipil yang tidak bersalah tak menjadi korban.

“Saya masuk kepada masalah perempuan, pentingnya pemberdayaan perempuan, kebetulan dia presiden perempuan pertama di Slovakia dan saya bilang bahwa banyak korban perempuan di Gaza,” ujar Ma’ruf.

Perihal belum adanya masjid di Slovakia juga disampaikan sejumlah pebisnis halal dan Yayasan Islam Slovakia saat berdialog dengan Ma’ruf pada Minggu (26/11) kemarin. Meskipun syaratnya pendirian sangat sulit, Ma’ruf meminta masyarakat muslim di Slovakia untuk menggunakan pendekatan yang baik.

“Walaupun di sini memang untuk membangun rumah ibadah itu sangat sulit sekali. Syaratnya itu jumlahnya harus 50 ribu orang. Tetapi itu tidak apa, yang penting nanti ada pendekatan pendekatan yang baik sehingga tetap saja tidak boleh ada cara-cara yang kasar, keras, dan cara yang marah-marah tetapi dengan dialog-dialog yang positif,” tutur Ma’ruf usai pertemuan kemarin.

Ma’ruf juga mendengar masyarakat muslim kesulitan mendapatkan makanan halal di Slovakia. Dia mendorong mereka untuk merintis restoran halal.

“Sebenarnya mungkin perlu ada rintisan-rintisan restoran-restoran halal yang sekarang ini di Eropa Barat sudah dikembangkan dengan baik tinggal lagi di Eropa Timur ini,” ucap Ma’ruf.

Silahkan baca artikel sumber di {detik}

(Visited 26 times, 1 visits today)