JAKARTA, rakyatmenilai.com – Tokoh senior SOKSI sekaligus politisi senior Partai Golkar, Robinson Napitupulu, mengeluarkan pernyataan keras terkait rentetan bencana dahsyat yang melanda tanah air di penghujung tahun. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi saat ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan sebuah “bencana kemanusiaan” yang dipicu oleh perilaku biadab manusia dalam merusak lingkungan.
Robinson menyoroti dampak mengerikan dari kerusakan ekosistem yang telah menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal, musnahnya harta benda, hingga ribuan nyawa yang melayang sia-sia. Bahkan, hingga saat ini, ratusan orang masih dinyatakan hilang tanpa kejelasan nasib.
“Ini bukan semata-mata bencana alam, tetapi bencana akibat kejahatan manusia. Kerusakan ekosistem terjadi karena keserakahan manusia-manusia biadab yang rakus akan harta duniawi, menebangi hutan, mengeruk alam tanpa batas, dan mengabaikan dampaknya bagi rakyat,” tegas Robinson sebagaimana dikutip dari Golkarpedia, Jumat (2/1/2026).
Lebih Parah dari Tsunami Banda Aceh 2004
Dalam analisisnya, Robinson menilai dimensi bencana saat ini jauh lebih mengerikan dibandingkan musibah tsunami di Banda Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Meski tsunami menelan ratusan ribu korban jiwa, bencana kali ini memiliki akar permasalahan yang lebih kompleks karena penyebab utamanya adalah degradasi lingkungan yang disengaja oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Negara, menurut Robinson, tidak boleh tinggal diam melihat penderitaan rakyat. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah hukum yang luar biasa tegas terhadap para perusak lingkungan.
“Para perusak lingkungan ini harus diseret ke pengadilan dunia, sambil menunggu pengadilan di akhirat kelak. Tidak boleh ada kompromi terhadap kejahatan yang telah merenggut nyawa rakyat tak berdosa. Ini adalah kejahatan pidana serius yang dampaknya lintas generasi,” ujarnya dengan nada tinggi.
Solidaritas di Tengah Duka dan Harapan Tahun Baru 2026
Di tengah duka yang mendalam, Robinson mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya keluarga besar Partai Golkar, untuk memberikan doa dan dukungan nyata bagi para korban. Ia berharap negara hadir sepenuhnya dalam proses pemulihan wilayah terdampak dan memastikan penanganan korban berjalan maksimal.
Menutup pernyataannya, Robinson Napitupulu turut menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh kader Golkar, terutama yang tergabung dalam Grup WhatsApp Golkar Bersatu. Ia mengajak semua pihak untuk menatap masa depan dengan optimisme meskipun tahun sebelumnya dilalui dengan penuh duka.
“Kita memasuki tahun yang baru dengan penuh pengharapan. Hari esok adalah misteri, hanya Tuhan yang Maha Mengetahui. Karena itu, mari kita serahkan hidup dan pergumulan kita ke dalam tangan Tuhan, libatkan Dia dalam setiap langkah kehidupan kita,” pungkas Robinson. {}







