Visit Sponsor

Written by 8:30 am Menteri

Cegah ‘Tanah Musnah’, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Bakal Bangun Tanggul Raksasa di Jateng

Jakarta, Rakyat Menilai +– Pemerintah memiliki rencana untuk membangun tanggul raksasa atau Giant Sea Wall. Proyek pertama dibangun bukan di Jakarta tetapi justru di Jawa Tengah. Tujuannya adalah agar kawasan pesisir utara Jawa tak amblas akibat abrasi air laut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah punya roadmap soal proyek ini. Salah satunya adalah dengan memfungsikan Tol ‘Atlantis’ Semarang-Demak sebagai tanggulnya.

“Dan Bappenas telah melakukan studi yang sering disebut sebagai Giant Sea Wall, mungkin kita bisa membangun bendung itu. Kalau itu bisa terbangun, ini tentu proyek ke depan karena sekarang kita selesaikan Semarang-Demak.

BACA JUGA

Menko Airlangga: Indonesia-Australia Bakal Jadi Pemasok Utama Baterai Mobil Listrik Dunia

Proyek ke depan itu bisa dilanjutkan dan kalau kita bisa mencontoh itu bisa seperti di Amsterdam, kita bisa membangun Giant Sea Wall yang lebih baik,” ungkap Airlangga usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kantornya, Jakarta, Senin (17/7/2023).

Rencananya, tanggul diperluas bukan hanya di sepanjang jalur Tol Semarang-Demak, tetapi di kawasan pesisi Utara Jawa.

“Jadi selain sebagai jalan tol itu menjadi tanggul dan ini menjadi model di mana model ini bisa dilanjutkan tidak hanya di Semarang, tetapi itu bisa ditarik bahkan sampai di pantai utara Jawa,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar Pranowo berpendapat proyek Tol Tanggul Raksasa bisa diperpanjang hingga mencakup Pekalongan, Batang, Tegal dan Brebes.

“Maka kalau ini bisa dijadikan satu modeling dan di Pekalongan bisa selesai, ada sedikit di Tegal sama Batang, ada sedikit yang ada di Brebes, maka seluruh pantura di beberapa bagian itu akan bisa diselesaikan dengan model ini,” serunya.

Untuk Tol ‘Atlantis’ Semarang-Demak sendiri pembebasan lahan akan terus dilakukan mengingat sebagian proyek tersebut belum rampung karena kendala ganti rugi ‘Tanah Musnah’.

BACA JUGA

Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Indonesia Turunkan Emisi Karbon Hingga 358 Juta Ton CO2e

‘Tanah Musnah’ merupakan tanah yang terkena abrasi dan kini sudah tidak lagi berbentuk tanah, melainkan terlihat dalam bentuk lautan. Secara aturan pembebasan lahan, warga tidak bisa menerima ganti rugi sebesar 100% Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), namun ada penolakan dari warga yang membuat proyek ini sedikit terhambat. Meski demikian, progresnya terus berjalan.

“Pagi ini untuk Tol Semarang-Demak tadi ada sosialisasi karena beberapa lahan yang ada di sana masuk kategori tanah musnah dan sekarang lagi kita sosialisasikan sehingga cara ganti rugi atau sebutan sekarang ganti untung itu betul betul masyarakat bisa terlindungi untuk yang ada di kawasan antara Kota Semarang dengan Demak.

Dan sekaligus kita mencoba mengintegrasikan seperti tadi pak menteri sampaikan ini semacam tanggul atau sea wall yang secara bagian perbagian mulai kita selesaikan,” jelasnya.

Artikel ini sudah tayang di portal berita politiknesia.com pada Selasa, 18 Juli 2023 >>Judul Artikel: Cegah Banjir Jateng, Menko Airlangga Bakal Bangun Tanggul Raksasa Pertama RI

(Visited 33 times, 1 visits today)