Ekonomi RI 2025 Tetap Resilien, Puteri Komarudin Optimistis Target 5,2 Persen Tercapai di Tengah Gejolak Global

Bendahara Fraksi Golkar Dorong Penguatan Kelas Menengah dan Optimalisasi Kredit UMKM guna Kejar Target APBN 2026

Parlemen28 Views

JAKARTA, rakyatmenilai.com – Di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global, performa ekonomi nasional sepanjang tahun 2025 menunjukkan ketahanan (resiliensi) yang luar biasa. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin, mengapresiasi capaian Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang konsisten tumbuh stabil di atas 5 persen pada paruh kedua tahun ini.

​Berdasarkan data yang dipaparkan Puteri, ekonomi Indonesia mampu tumbuh berturut-turut sebesar 4,87% pada triwulan I, naik menjadi 5,12% pada triwulan II, dan terjaga di angka 5,04% pada triwulan III 2025.

​“Resiliensi ini tentu ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik, investasi, dan ekspor. Capaian ini menjadi sinyal positif yang memperkuat optimisme kita untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2% sesuai penetapan APBN 2025,” ujar Puteri Komarudin kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Cegah Penurunan Kelas Menengah

​Meskipun indikator makro menunjukkan tren positif, Puteri yang juga menjabat sebagai Bendahara Fraksi Partai Golkar DPR RI memberikan catatan kritis terkait keberlanjutan daya beli masyarakat. Ia menekankan pentingnya efektivitas paket stimulus pemerintah agar benar-benar menyentuh akar rumput, khususnya untuk menjaga kelompok kelas menengah (middle class).

​“Keberlanjutan stimulus perlu diperkuat untuk menjaga momentum pemulihan konsumsi, sekaligus mencegah fenomena penurunan kelas menengah. Pengelolaan ritme belanja pemerintah juga harus lebih terukur agar dampaknya nyata dirasakan rakyat,” tegas legislator muda berbakat ini sebagaimana dikutip dari FraksiGolkar.

Dorong Kredit UMKM dan Target 5,4 Persen di 2026

​Memasuki tahun anggaran 2026, Puteri mengingatkan pemerintah dan regulator untuk memastikan transmisi kebijakan suku bunga acuan berjalan efektif hingga ke sektor riil. Fokus utama yang didorong oleh Fraksi Golkar adalah peningkatan permintaan kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​Puteri menilai, dengan suku bunga acuan yang relatif rendah, perbankan harus lebih agresif dalam menyalurkan kredit produktif. Hal ini menjadi kunci utama untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun depan.

​“Pemerintah dan regulator perlu memantau secara berkelanjutan guna meningkatkan permintaan kredit sekaligus menurunkan suku bunga kredit. Upaya kolektif ini diharapkan mampu membawa kita mengejar pertumbuhan ekonomi 5,4% sesuai target APBN 2026,” tutup Puteri Komarudin.

​Analisis optimis dari srikandi beringin ini memberikan angin segar bagi iklim investasi nasional, sekaligus menegaskan peran aktif Partai Golkar dalam mengawal stabilitas ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. {}