Gubernur Mathius Fakhiri Panen Raya Jagung di Keerom, Genjot Kemandirian Pangan Papua

Daerah34 Views

Keerom, Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri memimpin Panen Raya Jagung Nasional di Kampung Sanggaria, Arso 1, Kabupaten Keerom, Kamis (30/4/2026). Panen raya tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua memperkuat sektor pertanian dan mendorong kemandirian pangan daerah. Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari luar.

Di tengah hamparan ladang jagung yang mulai mengering, Fakhiri tampak mengenakan topi caping dan turun langsung ke area panen bersama petani. Dia memetik beberapa jagung sambil berdialog dengan warga dan kelompok tani yang sejak pagi sudah berkumpul di lokasi. Kehadiran gubernur di tengah ladang memberikan semangat tersendiri bagi para petani yang selama ini bergelut dengan berbagai tantangan.

Suasana panen berlangsung hangat. Sejumlah petani terlihat memperlihatkan hasil jagung mereka kepada gubernur. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa pemimpin dan rakyat berjalan beriringan dalam membangun ketahanan pangan di Bumi Cenderawasih.

Fakhiri mengatakan, hasil panen kali ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian Papua, khususnya jagung, untuk terus dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah. “Hasil panen kali ini mencapai sekitar 30 ton dari lahan seluas 6 hektar,” ujarnya dikutip Jumat (8/5/2026).

Menurut dia, capaian tersebut membuktikan sektor pertanian masyarakat mampu memberikan hasil signifikan apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Pemerintah Daerah pun disebut akan terus memperkuat dukungan kepada para petani. Angka 30 ton dari 6 hektar adalah bukti bahwa lahan Papua tidak kalah subur dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Fakhiri menilai jagung dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Papua karena memiliki potensi pasar yang besar serta didukung lahan pertanian yang luas. “Papua tidak hanya harus mandiri memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” katanya, dikutip dari RM.

Dia menegaskan Papua juga memiliki peluang memberikan kontribusi terhadap kebutuhan pangan nasional apabila sektor pertanian terus diperkuat. Artinya, Papua tidak hanya menjadi tujuan pembangunan dari pusat, tetapi juga bisa menjadi lumbung pangan nasional di kawasan timur Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Fakhiri menekankan Pemerintah Provinsi Papua akan terus hadir mendampingi masyarakat petani melalui berbagai program strategis. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pertanian, pendampingan teknis, hingga perluasan akses pasar bagi hasil panen masyarakat. Tidak cukup hanya panen raya seremonial, tetapi keberlanjutan program adalah kuncinya.

Selain mengikuti proses panen, gubernur juga berdiskusi dengan petani mengenai kebutuhan pupuk, pengembangan lahan, serta tantangan distribusi hasil pertanian dari wilayah Keerom. Beberapa petani terlihat membawa hasil panen jagung yang kemudian dikumpulkan di lokasi panen raya. Dialog langsung di lapangan ini penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai kebutuhan petani.

Suasana kebersamaan juga tampak ketika Fakhiri duduk bersama petani dan warga sambil memegang hasil jagung panen. Sejumlah warga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama gubernur di area ladang. Gubernur yang duduk di tanah bersama petani adalah simbol bahwa pemimpin dan rakyat adalah mitra sejajar dalam pembangunan.

Menurut Fakhiri, penguatan sektor pertanian menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua. “Dengan adanya panen raya ini, semangat petani harus semakin meningkat,” tuturnya.

Dia berharap sektor pertanian Papua terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi daerah di masa mendatang. Pemerintah daerah juga menargetkan pengembangan komoditas pertanian berbasis masyarakat dapat berjalan lebih luas di berbagai wilayah Papua.

Keberhasilan panen raya di Keerom ini diharapkan menjadi titik tolak bagi wilayah-wilayah lain di Papua untuk mengoptimalkan lahan pertanian mereka. Selama ini, potensi pertanian Papua kerap terabaikan akibat minimnya perhatian dan infrastruktur yang belum memadai.

Kini, dengan komitmen nyata dari Gubernur Fakhiri, optimisme mulai tumbuh di kalangan petani. Jika program pendampingan, sarana pertanian, dan akses pasar terus diperkuat, bukan tidak mungkin Papua akan menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan nasional dalam waktu yang tidak terlalu lama. Panen 30 ton jagung dari 6 hektar hanyalah awal.

rakyatmenilai.com
Referensi Utama Analisis Kebijakan Dan Geopolitik