Investasi Listrik Melandai, Bahlil Lahadalia Bakal Panggil Bos PLN untuk Lakukan Akselerasi Total

Menteri ESDM Tegaskan Investasi Rp532 Triliun Harus Berdampak Nyata: Tidak Boleh Ada Perlambatan di Sektor Strategis!

Menteri16 Views

JAKARTA, rakyatmenilai.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menunjukkan ketegasannya dalam mengawal target investasi nasional. Meski sektor ESDM berhasil membukukan realisasi investasi sebesar US$ 31,7 miliar atau setara Rp532,56 triliun sepanjang 2025, Bahlil menyoroti adanya koreksi di sektor ketenagalistrikan yang dianggapnya perlu mendapat perhatian serius.

​Ketua Umum DPP Partai Golkar ini tidak tinggal diam melihat penurunan realisasi tersebut dibandingkan tahun sebelumnya. Bahlil menegaskan akan segera memanggil jajaran direksi PT PLN (Persero) untuk melakukan evaluasi dan mempercepat pembangunan pembangkit listrik yang sudah direncanakan.

​“Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL. Ini butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,” tegas Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Evaluasi Investasi: Sektor Migas Masih Jadi Primadona

​Berdasarkan data yang dipaparkan Bahlil, sektor Migas masih menjadi tulang punggung investasi dengan angka raksasa sebesar US$ 18 miliar. Namun, Bahlil memberikan catatan khusus pada sektor kelistrikan yang hanya menyumbang US$ 4,6 miliar, mengalami koreksi dibandingkan periode sebelumnya.

Subsektor ESDM

Realisasi Investasi (US$)

Status

Minyak dan Gas Bumi (Migas)

US$ 18 Miliar

Stabil

Mineral dan Batubara (Minerba)

US$ 6,7 Miliar

Stabil

Ketenagalistrikan

US$ 4,6 Miliar

Koreksi (Perlu Akselerasi)

EBTKE (Energi Hijau)

US$ 2,4 Miliar

Tumbuh

Fokus pada Lapangan Kerja untuk ‘Anak Republik’

​Di balik evaluasi kerasnya terhadap infrastruktur energi, Bahlil tetap mengedepankan sisi humanis. Ia melaporkan bahwa sektor ESDM telah berhasil memberikan ruang bagi 871.574 tenaga kerja langsung di seluruh Indonesia sepanjang 2025.

​Baginya, sekalipun industri energi semakin mengarah pada teknologi tinggi (high technology), penciptaan lapangan kerja bagi warga lokal tetap menjadi harga mati sebagai bentuk tanggung jawab negara.

​“Kami fokus bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan ruang untuk anak-anak Republik Indonesia,” tuturnya sebagaimana dikutip dari detikfinance.

Percepatan RUPTL 2025-2034

​Langkah Bahlil memanggil “Bos PLN” bukan tanpa alasan. Ia ingin memastikan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 tidak hanya menjadi dokumen di atas meja, melainkan terealisasi secara fisik di lapangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

​Ketegasan Bahlil ini mengirimkan pesan kuat bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor energi bahwa di bawah komandonya, tidak ada ruang untuk perlambatan birokrasi yang dapat menghambat masuknya investasi global. {}