Jangan Terprovokasi! Dave Laksono Minta Semua Pihak Jaga Stabilitas Aceh dan Waspadai Agenda Pemecah Belah

Wakil Ketua Komisi I DPR RI: Utamakan Fungsi Humanity dalam Pengamanan dan Fokus pada Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Parlemen15 Views

JAKARTA, rakyatmenilai.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, memberikan tanggapan serius terkait dinamika keamanan di Lhokseumawe, Aceh, menyusul pembubaran aksi massa yang melibatkan pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dave mewanti-wanti agar stabilitas nasional tidak diganggu oleh agenda pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah fokus pemerintah.

​Legislator dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa setiap langkah pengamanan yang diambil oleh personel TNI di Aceh harus tetap mengedepankan rasa kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap kehadiran aparat mampu menjamin bantuan distribusi logistik tetap berjalan lancar di tengah masa pemulihan bencana.

​“Saya memandang penting bahwa setiap langkah yang diambil oleh TNI dalam pengamanan di Aceh harus mengedepankan fungsi-fungsi humanity. Pastikan stabilitas terjaga dan bantuan terdistribusi dengan baik kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dave Laksono sebagaimana dikutip dari laporan Detik, Selasa (30/12/2025).

Waspada Penyusup dan Provokator

Dave mengajak seluruh elemen masyarakat, aparat sipil, militer, hingga kepolisian untuk memperkuat solidaritas. Ia memperingatkan adanya potensi pihak luar yang mencoba menyusupkan agenda tertentu guna menciptakan kekacauan di Serambi Makkah.

​“Kami mengajak masyarakat untuk selalu bersatu padu. Jangan sampai ada upaya pihak luar yang menyusupkan agenda mereka yang menyebabkan kekacauan dengan tujuan memecah belah fokus pemerintah. Pekerjaan kita masih panjang,” tegasnya.

​Menurutnya, gangguan stabilitas hanya akan menghambat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi Aceh yang saat ini sedang lumpuh akibat bencana alam. Kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama agar Aceh bisa segera bangkit.

Panglima TNI Jamin Tindak Tegas Kelompok Pengganggu

​Senada dengan Dave, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa militer tidak akan membiarkan kelompok provokator menghalangi proses pemulihan pascabencana. Pernyataan ini merespons tindakan prajurit Korem 011/Lilawangsa yang membubarkan massa karena kedapatan membawa bendera GAM, senjata api, serta senjata tajam jenis rencong.

​“TNI dan semua kementerian/lembaga sedang bekerja keras membantu percepatan pemulihan akibat bencana alam. Saya harapkan tidak ada kelompok yang memprovokasi atau mengganggu proses tersebut. Saya akan tindak tegas,” ujar Jenderal Agus di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12).

Fokus pada Rehabilitasi Ekonomi Aceh

​Di akhir pernyataannya, Dave Laksono mengingatkan kembali bahwa prioritas utama saat ini adalah memulihkan kesejahteraan warga Aceh. Ia menilai isu-isu politik yang bersifat provokatif hanya akan merugikan rakyat Aceh sendiri yang sedang berjuang untuk bangkit.

​“Masih banyak yang harus kita perbaiki, rehabilitasi, dan rekonstruksi untuk membangun kembali perekonomian yang terdampak bencana ini. Keamanan yang kondusif adalah syarat mutlak bagi pembangunan tersebut,” pungkas Dave.

​Sikap tegas dari Komisi I DPR RI dan Panglima TNI ini diharapkan mampu meredam ketegangan di lapangan dan memastikan seluruh energi bangsa tercurah pada agenda kemanusiaan di Aceh. {}