PEMERINTAH telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk skema evakuasi, bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah tersebut, kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.
Pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara terkait untuk memastikan setiap langkah penanganan dilakukan sesuai prosedur diplomatik dan ketentuan yang berlaku karena melibatkan otoritas negara lain.
“Kita sedang koordinasi ya, koordinasi dengan pihak KBRI kepada dengan Kemlu karena ini melibatkan otoritas negara lain. Jadi semuanya harus sesuai prosedural sesuai dengan hubungan diplomatik kita,” kata Menteri Mukhtarudin usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Selain Iran, lanjutnya, pemerintah juga mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah. Menurut dia, sejumlah KBRI telah menyampaikan imbauan kepada WNI agar meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Khususnya yang di Abu Dhabi dan sekitarnya sudah diberikan semacam pengumuman ya dari KBRI agar melakukan kewaspadaan dan menjaga segala kemungkinan,” ucapnya.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif apabila situasi memburuk, termasuk skenario evakuasi dalam skala besar terhadap WNI yang berada di kawasan tersebut.
“Prinsipnya pemerintah sudah koordinasi dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi sesuatu yang luar biasa, yang harus melakukan evakuasi yang besar ataupun penanganan yang besar terhadap warga negara Indonesia yang ada di sana, termasuk juga pekerja migran yang ada di kawasan Timur Tengah,” ucapnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan ofensif bersama terhadap Iran. Sebagai balasan, Teheran melakukan serangan rudal dan drone yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Iran dan Amerika Serikat bulan lalu menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan dengan tujuan mengakhiri konflik dan mencapai perjanjian perdamaian jangka panjang.
Namun, dalam beberapa hari terakhir ketegangan kembali meningkat akibat perselisihan terkait Selat Hormuz, yang memicu saling serang antara kedua pihak. []







