Sari Yuliati: Aksi Brutal Anak terhadap Ibu Kandung di Bekasi adalah Alarm Moral dan Hukum

Legislator Golkar Ingatkan: Kekerasan dalam Rumah Tangga Tak Boleh Dinormalisasi — Saatnya Bangsa Introspeksi

Jakarta, rakyatmenilai.com — Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Hj. Sari Yuliati, menyampaikan kecaman keras atas aksi kekerasan brutal yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri di Bekasi Timur, Jawa Barat. Peristiwa memilukan yang terekam kamera CCTV ini memperlihatkan seorang pria muda memukuli kepala ibunya hanya karena masalah uang. Video tersebut viral dan memicu kemarahan publik secara luas.

🟡 “Sebagai seorang anak yang memiliki ibu, saya sangat terpukul melihat video itu. Dan sebagai legislator yang membidangi hukum, saya menilai ini adalah alarm darurat, baik secara moral maupun hukum,” tegas Sari Yuliati dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/6/2025), dikutip dari FraksiGolkar.com.

Politisi Partai Golkar itu menilai peristiwa ini bukan sekadar kasus kekerasan dalam rumah tangga biasa, tetapi simbol kemunduran moral dan empati sosial yang mengkhawatirkan. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan adil.

Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi terhadap orang tua sendiri,” ujar Sari dengan nada prihatin.

Ia pun mendorong agar penegakan hukum berjalan tegas dan menjadi efek jera. Selain itu, Sari menyerukan pentingnya pendidikan karakter sejak dini, serta peran masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar.

🟡 “Kasus ini harus menjadi momentum introspeksi bagi kita semua. Anak-anak kita tidak boleh kehilangan empati, apalagi terhadap orang tua yang telah melahirkan dan membesarkannya,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Sari Yuliati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam ketika melihat kekerasan. Ia percaya suara masyarakat bisa menyelamatkan nyawa dan mengubah kultur permisif terhadap kekerasan.

🗣️ “Stop normalisasi kekerasan. Jangan diam saat melihat ketidakadilan. Karena suara kita bisa menyelamatkan satu nyawa,” pungkasnya dengan tegas.