Transformasi Nusakambangan: Maruli Siahaan Puji Langkah Agus Andrianto Jadikan Lapas Pusat Industri Produktif

Parlemen8 Views

CILACAP – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Maruli Siahaan, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi signifikan yang tengah terjadi di Pulau Nusakambangan. Dalam kunjungan kerja yang dilakukan pada Selasa (10/2/2026), Maruli menyaksikan langsung bagaimana kawasan yang selama ini identik dengan pengamanan ekstra ketat (high security), kini mulai bersalin rupa menjadi pusat industri produktif yang mandiri.

​Perubahan paradigma di Lapas Nusakambangan dinilai sebagai langkah maju dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Kawasan tersebut tidak lagi sekadar menjadi tempat pembinaan narapidana secara konvensional, melainkan telah berkembang menjadi area pemberdayaan yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi negara sekaligus memberikan bekal keahlian bagi warga binaan.

​Maruli menilai bahwa keberhasilan transformasi ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ruang dan status hukum tidak menjadi penghalang untuk menciptakan kemandirian. Visi yang tepat dalam pengelolaan sumber daya di dalam Lapas menjadi kunci utama mengapa Nusakambangan kini mampu memberikan kontribusi nyata di luar fungsi utamanya sebagai lembaga pemasyarakatan.

Inovasi Pabrik FABA dan Pengolahan Limbah Terpadu

​Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan utama Maruli Siahaan adalah operasional Pabrik FABA (Fly Ash dan Bottom Ash). Fasilitas ini mampu mengolah limbah menjadi material konstruksi yang bernilai guna, sebuah langkah inovatif yang menggabungkan aspek pelestarian lingkungan dengan kemandirian industri di lingkungan Lapas.

​Selain pengolahan FABA, sistem pengelolaan sampah terpadu serta produksi pupuk organik di kawasan tersebut dinilai telah dikelola secara profesional. Maruli mengamati bahwa seluruh proses produksi dilakukan dengan standar higienitas yang sangat baik, menunjukkan bahwa manajemen Lapas sangat serius dalam menjaga kualitas luaran produk mereka.

​“Ini adalah bukti nyata bahwa kemandirian bisa diciptakan di mana saja jika dikelola dengan visi yang tepat,” ungkap Maruli Siahaan di sela-sela kunjungannya, sebagaimana dilansir dari laporan FraksiGolkar.

Sektor Perikanan Ekspor: Tambak Udang dan Budidaya Sidat

​Tidak hanya di sektor industri pengolahan, sektor perikanan di Nusakambangan juga menunjukkan performa yang luar biasa. Pengelolaan tambak udang serta budidaya sidat di kawasan ini telah berhasil menghasilkan komoditas dengan kualitas ekspor yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi di pasar internasional.

​Program pemberdayaan di bidang perikanan ini dinilai memberikan dampak ganda. Selain mendatangkan pendapatan bagi negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), program ini juga memberikan keterampilan teknis yang sangat berharga bagi warga binaan sebagai modal penting untuk reintegrasi sosial setelah mereka menyelesaikan masa hukuman.

​Kehadiran unit-unit usaha produktif seperti ini diharapkan dapat mengubah stigma negatif terhadap warga binaan. Dengan bekal keahlian di bidang budidaya perikanan modern, para warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk diterima kembali oleh masyarakat dan menjalani kehidupan yang mandiri serta produktif di masa depan.

Dukungan Legislatif Terhadap Reformasi Pemasyarakatan

​Dalam kunjungannya, Maruli Siahaan secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Kepemimpinan Agus dinilai telah membawa perubahan fundamental dalam mereformasi sistem pemasyarakatan dengan mendorong kebijakan yang berorientasi pada kemandirian dan pemberdayaan ekonomi.

​Komisi XIII DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inovasi yang dilakukan di bawah komando Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sinergi antara legislatif dan eksekutif dipandang perlu untuk memastikan model Lapas produktif seperti di Nusakambangan dapat diimplementasikan di wilayah lain.

​Dukungan anggaran dan regulasi akan terus diupayakan agar transformasi ini tidak berhenti pada satu titik saja. Maruli meyakini bahwa dengan kehadiran negara yang kuat dalam memberikan bimbingan kerja, seluruh elemen masyarakat—termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan—dapat menjadi individu yang lebih berdaya guna bagi bangsa.

rakyatmenilai.com memandang bahwa transformasi Lapas Nusakambangan menjadi pusat industri produktif adalah langkah revolusioner yang patut diapresiasi. Keberhasilan pengolahan limbah FABA hingga budidaya perikanan kualitas ekspor menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan kini telah bergeser ke arah yang lebih humanis dan berorientasi pada masa depan.

​Penerapan model “Lapas Industri” ini diharapkan konsisten dijalankan agar tidak hanya menjadi proyek percontohan sesaat. Dengan manajemen yang transparan dan akuntabel, pemberdayaan warga binaan di seluruh Indonesia dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi negara sekaligus mengurangi angka residivisme di masyarakat. {}