JAKARTA, RakyatMenilai.com – Panggung politik nasional diguncang isu munaslub atau musyawarah nasional luar biasa Partai Golkar. Namun, alih-alih merespons dengan serius, para elite partai beringin justru kompak menepis isu tersebut dengan nada santai namun tegas. Sejumlah tokoh kunci, mulai dari
Ketua Umum hingga politikus senior, menegaskan bahwa isu ini adalah rumor murahan yang tidak perlu ditanggapi.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadi yang pertama menanggapi isu keretakan di internal partai. Ia merespons dengan penuh keyakinan, mempertanyakan kredibilitas isu yang beredar.
“Masa mau dipercaya berita yang enggak ada sumbernya?” kata Bahlil.
Pernyataan Bahlil ini mengisyaratkan bahwa isu tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Di mata Bahlil, isu semacam ini hanyalah angin lalu yang tidak pantas memecah konsentrasi partai.
Senada dengan Bahlil, Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian Partai Golkar, Nusron Wahid, seperti dilansir dari ANTARA, juga membantah dengan keras, terutama isu yang mengaitkan namanya dengan rencana munaslub tersebut.
Nusron tidak hanya membantah keterlibatannya, tetapi juga memberikan bantahan yang lebih substansial.
Ia menyebut ada dua alasan kuat mengapa isu ini tidak masuk akal.
“Pertama, saya tidak tahu menahu tentang isu tersebut. Kedua, sampai hari ini tidak pernah ada pembicaraan di lingkungan Istana kepada saya ataupun kepada pihak-pihak lain di lingkungan Partai Golkar yang membicarakan tentang munaslub,” ujar Nusron.
Dari sudut pandang yang berbeda, politikus senior Partai Golkar, Nurdin Halid, juga ikut angkat bicara. Seperti dikutip dari ANTARA, Nurdin tidak ragu menyebut isu ini sebagai upaya destabilisasi.
“Isu Munaslub Golkar itu hoaks. Itu isu murahan yang tidak perlu direspons,” kata Nurdin.
Sikap para petinggi Golkar yang kompak membantah ini menunjukkan satu hal: soliditas internal partai. Mereka berupaya mengirimkan pesan yang jelas kepada publik dan seluruh kader bahwa tidak ada celah untuk perpecahan di bawah kepemimpinan Bahlil.
Perlu diingat, Bahlil Lahadalia baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Munas XI pada Agustus 2024. Masa kepemimpinannya masih terbilang sangat baru.
Oleh karena itu, isu munaslub yang muncul dalam waktu kurang dari setahun setelah Bahlil menjabat terasa sangat prematur. Hal ini membuat isu tersebut semakin terkesan seperti manuver politik dari pihak yang tidak menghendaki stabilitas dalam tubuh Golkar.
Dengan respons yang cepat dan kompak dari para elite, Golkar menunjukkan bahwa mereka tidak akan membiarkan isu-isu tak berdasar mengganggu konsolidasi internal. Alih-alih terpecah, mereka justru menggunakan momen ini untuk membuktikan bahwa partai beringin masih sangat solid di bawah kepemimpinan yang baru.







