​Bahlil Lahadalia Tegaskan PAW Adies Kadir Digantikan Putrinya Sesuai Aturan Undang-Undang

Sebut Adela Kanasya Adies Melenggang ke Senayan Berdasarkan Perolehan Suara Terbanyak Kedua

JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan resmi terkait proses Penggantian Antarwaktu (PAW) posisi Adies Kadir di DPR RI. Bahlil memastikan bahwa kursi yang ditinggalkan Adies Kadir akan diisi oleh putrinya, Adela Kanasya Adies, merujuk pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku mengenai perolehan suara dalam Pemilu.

​Sebagaimana dilansir dari laporan Kumparan, pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Langkah PAW ini diambil setelah Adies Kadir resmi mengundurkan diri dari jabatan Wakil Ketua DPR RI sekaligus anggota legislatif usai terpilih dan ditunjuk menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

​Bahlil menekankan bahwa mekanisme pergantian ini berjalan secara otomatis sesuai dengan mekanisme demokrasi yang telah diatur oleh negara. Partai Golkar dalam hal ini hanya mengikuti prosedur hukum yang menetapkan bahwa caleg pengganti adalah mereka yang menempati posisi suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan yang sama.

​Mekanisme Konstitusional dan Urutan Suara

​Bahlil menegaskan bahwa penetapan Adela sebagai pengganti bukan didasari oleh privilese atau hubungan keluarga semata. Secara hukum, aturan PAW mewajibkan partai untuk mengusulkan calon anggota legislatif yang memiliki suara terbanyak di bawah anggota yang digantikan.

​“Sesuai aturan bahwa PAW itu dilakukan, yang akan mengganti adalah suara terbanyak setelah anggota DPR terpilih. Dan secara kebetulan, nomor dua dari Pak Adies ini adalah anaknya perempuan,” ujar Bahlil di Istana Negara, seperti dikutip dari laporan Kumparan.

​Penegasan ini dianggap penting untuk menghindari persepsi negatif di publik mengenai politik dinasti. Bahlil kembali menggarisbawahi bahwa posisi tersebut diraih oleh Adela melalui proses kontestasi politik yang sah pada Pemilu Legislatif 2024 lalu, di mana rakyat telah memberikan suaranya secara langsung.

​Fakta Perolehan Suara Dapil Jawa Timur I

​Berdasarkan hasil Pileg 2024, Partai Golkar berhasil mengamankan satu kursi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur I yang meliputi wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Adies Kadir saat itu tampil sebagai peraih suara tertinggi di internal partai dengan total dukungan mencapai 147.185 suara.

​Merujuk pada data resmi, perolehan suara terbanyak kedua di dapil tersebut jatuh kepada Adela Kanasya Adies. Meskipun saat itu Adela berada di nomor urut 10, ia berhasil mengumpulkan sebanyak 12.792 suara, mengungguli calon legislatif Golkar lainnya di bawah posisi Adies Kadir.

​“Jadi bukan karena persoalan dia anaknya Pak Adies Kadir, karena proses politik dan perintah undang-undang nomor dua, maka dialah yang menggantikannya,” jelas Bahlil sebagaimana dilaporkan melalui kanal informasi nasional.

​Integritas Aturan dan Kepatuhan Partai

​Sikap Partai Golkar yang menunjuk Adela sebagai pengganti Adies Kadir dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap perintah undang-undang dan penghormatan terhadap aspirasi pemilih. Bahlil menjamin bahwa partai tidak melakukan intervensi atau melompati urutan suara dalam proses administrasi PAW ini.

​Langkah ini juga sekaligus mempertegas integritas Partai Golkar dalam menjalankan mekanisme internal yang transparan. Pergantian posisi dari ayah ke anak ini murni terjadi karena hasil rekapitulasi suara yang sah dan telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

​Kini, proses administrasi PAW tersebut tengah berjalan sesuai tahapan di DPR dan lembaga terkait. Publik pun menanti peran Adela Kanasya Adies di Senayan untuk melanjutkan perjuangan dan aspirasi masyarakat Jawa Timur I yang sebelumnya diemban oleh sang ayah selama dua periode terakhir. {}