Visit Sponsor

Written by 5:49 am Parlemen

Bamsoet Harap Silaturahmi Idul Fitri, Sarana Mempersatukan Bangsa Di Tahun Politik

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah mampu memperkuat ikatan kebangsaan antaranak bangsa. “Hari Raya Idul Fitri merupakan momen untuk saling memaafkan serta mempererat persatuan bangsa,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan semangat Idul Fitri melintasi ikatan politik maupun berbagai perbedaan lainnya. Hari Raya Idul Fitri dapat dimaknai pula sebagai hari kemenangan yang mempersatukan.

“Hari Raya Idul Fitri merupakan momen untuk saling memaafkan serta mempererat persatuan bangsa,”

Bamsoet

Dia berharap momentum Hari Raya Idul Fitri diharapkan mampu digunakan oleh para pemimpin nasional ataupun elit politik untuk menjaga suhu politik serta mencegah perpecahan antaranak bangsa. Terlebih, dalam waktu 10 bulan ke depan bangsa Indonesia akan melaksanakan Pemilu 2024.

“Silaturahim Idul Fitri dapat menjadi sarana mendamaikan hati, mengurangi salah paham serta memperbaiki komunikasi menjadi lebih baik. Tradisi silaturahim juga bisa dijadikan para politisi sebagai pembangunan modal sosial untuk mengembangkan basis jaringan politik,” jelasnya.

“Tidak berlebihan jika dikatakan Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dirayakan umat Islam. Umat agama lain pun larut berkumpul bersama untuk bersilaturahim. Lebaran juga bisa disebut sebagai semacam simbol simbiose agama dan budaya yang mampu menjadi pemersatu manusia dari berbagai etnis, suku, bahasa hingga bangsa,”

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

Menurut dia, Hari Raya Idul Fitri bukan hanya semata-mata hari raya umat Islam. Penganut agama lain pun turut bersukacita merayakan hari libur lebaran.

“Tidak berlebihan jika dikatakan Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dirayakan umat Islam. Umat agama lain pun larut berkumpul bersama untuk bersilaturahim. Lebaran juga bisa disebut sebagai semacam simbol simbiose agama dan budaya yang mampu menjadi pemersatu manusia dari berbagai etnis, suku, bahasa hingga bangsa,” katanya menegaskan.

Silahkan baca artikel sumber di {golkarpedia}

(Visited 9 times, 1 visits today)