Visit Sponsor

Written by 7:48 am Parpol

PDIP Merasa Ditekan Jelang Pilpres, Nusron Wahid: Siapa Yang Tekan?

Jakarta, Rakyat Menilai — Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Nusron Wahid ikut merespons soal pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengaku merasakan tekanan kekuasaan dan hukum jelang Pilpres 2024.

Nusron bertanya balik kepada PDIP, siapa yang memberikan tekanan dan tekanan seperti apa yang didapatkan PDIP.

“Yang menekan siapa? Tekanannya bentuknya apa? Tekanan batin atau tekanan apa?” Kata Nusron singkat di Jakarta Arena, Minggu (19/11).

Hasto sebelumnya mengatakan banyak tekanan kekuasaan dan hukum jelang Pilpres 2024. Ia pun mengaku juga sudah berkomunikasi dengan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar soal tekanan itu.

Ia yakin pasangan Anies-Muhaimin juga merasakannya. Menurut dia, banyak jenis tekanan telah ditemukan hingga ke daerah.

“Penggunaan suatu instrumen hukum, penggunaan instrumen kekuasaan, dalam konteks ini kami juga membangun komunikasi dengan AMIN karena merasakan hal yang sama,” kata Hasto di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11).

Sementara itu, Juru Bicara Anies Baswedan, Billy David, mengatakan tak ada komunikasi antara Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies-Muhaimin dengan PDIP soal tekanan kekuasaan jelang Pilpres 2024.

Ia menerangkan Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali juga membantah ada komunikasi antarpartai.

“Sejauh ini tidak ada komunikasi apapun dengan Timnas AMIN. Sudah dibantah juga lewat pernyataan Pak Ahmad Ali Waketum Nasdem bahwa tidak ada komunikasi antar partai ternyata,” kata Billy kepada CNNIndonesia.com, Minggu.

Billy mengaku tak mengetahui seperti apa tekanan yang dimaksud Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Namun, ia menyarankan PDIP introspeksi daripada ‘playing victim’ atau berpura-pura jadi korban.

Adapun saat ini Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diusung Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, PSI, Gelora, Prima, dan Garuda.

Adapun saat ini Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diusung Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, PSI, Gelora, Prima, dan Garuda.

Kemudian, Ganjar Pranowo-Mahfud MD diusung PDIP, PPP, Hanura, dan Perindo. Sementara Anies-Muhaimin merupakan capres-cawapres usungan NasDem, PKB, dan PKS.

Silahkan baca artikel sumber di {CNN Indonesia}

(Visited 93 times, 1 visits today)