Bahlil Ungkap Program Listrik Desa 2025 Rampung, Siap Diresmikan Presiden Prabowo

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pendanaan program listrik desa tidak menjadi kendala. Menurutnya, anggaran untuk program elektrifikasi desa telah tersedia, sementara proyek yang akan segera diresmikan Presiden Prabowo Subianto merupakan pekerjaan yang telah rampung pada 2025.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

“Mengenai anggaran listrik desa yang kita mau lakukan ini adalah program 2025. Sudah selesai pekerjaannya. Jadi tidak lagi kita bicara anggaran karena sudah mau diresmikan,” ujar Bahlil, dikutip dari Bisnis.

Menurut dia, pemerintah juga telah menyiapkan alokasi anggaran untuk melanjutkan program listrik desa pada 2026 dan 2027 sehingga fokus saat ini adalah memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana.

“2026, 2027 itu anggarannya juga sudah ada. Jadi tidak ada isu menyangkut anggaran, sekarang tinggal implementasi,” katanya.

Bahlil kembali menegaskan bahwa proyek yang akan diresmikan dalam waktu dekat merupakan hasil penyelesaian program listrik desa tahun 2025. “Saya ulangi, yang saya laporkan tadi yang akan diresmikan itu adalah program 2025 yang sudah selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, Bahlil menyampaikan Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan penyambungan listrik di lebih dari 1.400 desa yang telah diselesaikan melalui program listrik desa 2025.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik bagi ribuan desa yang selama ini belum menikmati layanan kelistrikan.

Untuk diketahui, Pemerintah mengalokasikan anggaran tahap pertama Program Listrik Desa (Lisdes) tahun 2026 sebesar Rp10,3 triliun yang bersumber dari rupiah murni dan anggaran belanja tambahan. Dana ini dikelola bersama PT PLN (Persero) dan diawasi oleh instansi terkait untuk memperluas jaringan listrik di wilayah terpencil. []