Lodewijk Paulus Tolak Kenaikan Dana Banpol: Pemerintah Tetap Patok Rp1.000 per Suara di Tengah Anjloknya Indeks Keuangan Partai

Menteri26 Views

BADUNG – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam), Lodewijk Freidrich Paulus, menyatakan bahwa pemerintah hingga saat ini masih mempertahankan skema bantuan dana partai politik (banpol) di angka Rp1.000 per suara per tahun. Meski terdapat aspirasi kuat dari berbagai partai politik yang menginginkan kenaikan nominal tersebut, pemerintah memilih untuk tetap berpegang pada aturan yang berlaku saat ini.

​Pernyataan ini muncul di tengah diskusi hangat mengenai relevansi pendanaan partai dalam menunjang operasional organisasi dan kaderisasi yang sehat. Lodewijk mengakui bahwa dalam berbagai forum, perwakilan partai politik seringkali mengeluhkan bahwa alokasi dana tersebut sudah tidak mencukupi kebutuhan politik yang semakin kompleks dan dinamis.

​Namun, sebagai perwakilan pemerintah, Lodewijk menegaskan bahwa patokan Rp1.000 per suara tetap menjadi acuan resmi yang dipegang oleh Kemenko Polkam. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek stabilitas keuangan negara dan mekanisme pengusulan yang melibatkan lembaga penegak hukum terkait lainnya.

Menunggu Rekomendasi KPK Terkait Relevansi Anggaran

​Lodewijk menyadari bahwa jika dibandingkan dengan banyak negara lain, nilai bantuan dana partai politik di Indonesia tergolong masih cukup rendah. Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa Kemenko Polkam tidak bisa serta-merta mengubah angka tersebut tanpa adanya usulan resmi, terutama dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

​“Dari diskusi yang disampaikan oleh perwakilan partai politik tadi, mereka sampaikan masih kurang, tapi sementara patokan itu yang kita pegang,” ujar Lodewijk di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (11/02/2026), sebagaimana dikutip dari media Antaranews.

​Politisi senior Partai Golkar ini memberikan ilustrasi konkret mengenai distribusi banpol dari APBN yang diterima partai-partai besar. Ia mencontohkan bahwa dengan perolehan suara mencapai 23 juta lebih pada pemilu lalu, Partai Golkar menerima bantuan sekitar Rp23 miliar per tahun, sebuah jumlah yang didasarkan pada rekapitulasi suara sah secara nasional.

Anjloknya Indeks Integritas Keuangan Partai Politik

​Desakan kenaikan dana banpol ini mencuat kembali setelah Kemenko Polkam merilis hasil pengukuran Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025. Skor rata-rata IIPP 2025 berada di angka 61,22, yang secara umum masuk dalam kategori berintegritas sedang di mata publik, namun menunjukkan beberapa catatan serius pada aspek transparansi.

​Terdapat anomali yang cukup mengkhawatirkan pada dimensi Keuangan Partai yang Transparan dan Akuntabel. Dimensi ini mengalami kemerosotan tajam dari skor 60 pada periode sebelumnya menjadi hanya 44,5, yang merupakan nilai terendah dibandingkan dimensi lainnya seperti kaderisasi, rekrutmen, dan demokrasi internal partai.

​Pihak partai politik berargumen bahwa ketika negara menuntut transparansi dan akuntabilitas keuangan yang sangat tinggi, maka seharusnya ada kompensasi berupa dukungan pendanaan yang memadai. Partai politik memandang kenaikan dana banpol sebagai wujud kepedulian negara dalam membangun ekosistem politik yang bersih, profesional, dan mandiri.

Integritas Partai Melampaui Nilai Nominal Uang

​Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal KPK RI, Cahya Hardianto Harefa, menegaskan bahwa integritas sebuah partai tidak semestinya hanya diukur dari besaran anggaran yang diterima dari negara. KPK berharap partai politik mampu menjadi teladan bagi publik melalui pengelolaan dana yang ada dengan penuh tanggung jawab dan keterbukaan.

​KPK sejatinya pernah mengusulkan angka banpol yang jauh lebih tinggi, yakni Rp16.900 per suara pada tahun 2019, dengan skema pembiayaan 50 persen ditanggung APBN. Namun, dalam perjalanannya, pemerintah hanya menyepakati angka Rp1.000 per suara per tahun yang kemudian berlaku secara konsisten hingga saat ini.

​Meskipun bantuan belum mengalami kenaikan, pemerintah dan lembaga antirasuah tetap menaruh harapan besar pada peningkatan indeks integritas di tahun-tahun mendatang. Kualitas pemimpin yang lahir dari rahim partai politik sangat bergantung pada seberapa kuat nilai integritas yang ditanamkan sejak dini dalam tubuh organisasi, bukan sekadar sokongan dana.

​Penekanan pada integritas diharapkan mampu menularkan budaya anti-korupsi hingga ke tingkat kader yang menduduki jabatan publik di eksekutif maupun legislatif. Dengan demikian, meskipun tantangan anggaran masih membayangi, komitmen partai politik terhadap transparansi publik tidak boleh luntur demi menjaga kepercayaan rakyat terhadap sistem demokrasi Indonesia.

Meta-Deskripsi (Untuk SEO Website)

​”Wamenko Polkam Lodewijk Paulus tegaskan dana banpol tetap Rp1.000 per suara meski indeks keuangan parpol anjlok. Simak analisis integritas partai di rakyatmenilai.com.”

 

Rekomendasi Tagar (Hashtags)

​#LodewijkPaulus #PartaiGolkar #KemenkoPolkam #DanaParpol #IntegritasPartai #KPK #PolitikIndonesia #RakyatMenilai #DemokrasiBersih #Transparansi

Apakah draf final ini sudah sesuai dengan standar yang Anda harapkan untuk dipublikasikan?