​Yahya Zaini Tekankan Keamanan Gizi Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan Harus Jadi Prioritas

Dua Skenario Strategis Distribusi MBG untuk Cegah Keracunan dan Makanan Basi

Parlemen13 Views

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Meski mendukung, politisi senior ini memberikan catatan tegas kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar pola distribusi dan aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama demi menghindari risiko makanan basi yang bisa memicu keracunan.

​Dilansir dari pemberitaan Detik News, Yahya menekankan bahwa durasi waktu antara penyajian dan konsumsi saat berbuka puasa sangat krusial. Ia mengingatkan bahwa skema pembagian pada waktu pagi atau siang hari yang biasa dilakukan di luar Ramadan tidak bisa diterapkan begitu saja tanpa modifikasi menu.

​Dua Skenario Distribusi dari Komisi IX

​Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (22/1/2026), Yahya mengusulkan dua opsi teknis kepada BGN. Skenario pertama adalah memberikan menu makanan basah (matang) seperti biasa, namun waktu distribusinya digeser ke sore hari agar jarak waktu menuju buka puasa tidak terlalu lama.

​”Kalau pakai skema biasa dibagi waktu pagi dan siang makanannya bisa basi, sehingga bisa menimbulkan keracunan. Maka opsi pertama adalah dibagi pada waktu sore supaya jarak dengan buka puasa tidak terlalu lama,” ujar Yahya seperti dikutip dari laporan Detik News.

​Skenario kedua yang ditawarkan adalah mengubah komposisi menu menjadi makanan kering. Menu ini dirancang agar memiliki daya tahan lebih lama hingga waktu berbuka tiba tanpa mengurangi standar gizinya.

​”Makanan diwujudkan dalam bentuk makanan kering seperti roti, telur rebus, susu, dan buah yang tahan lama seperti pisang, anggur, atau salak,” imbuh Yahya.

​Belajar dari Evaluasi Libur Sekolah

​Yahya juga menyoroti aspek efektivitas penyaluran yang sempat menjadi kendala pada masa libur sekolah. Ia berharap BGN tidak mengulangi pola distribusi yang memberatkan orang tua siswa atau Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) dari sisi biaya transportasi.

​”Jangan sampai seperti waktu liburan sekolah saya anggap tidak efektif, karena orang tua harus mengambil ke sekolah sehingga mengeluarkan biaya transportasi. Namun kalau diantar ke rumah, biaya transportasinya memberatkan SPPG karena rumah siswa terpencar,” tuturnya sebagaimana dilansir melalui kanal media nasional.

​Komitmen Badan Gizi Nasional

​Menanggapi aspirasi parlemen tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan bahwa skema khusus Ramadan memang sudah disiapkan. Pola ini mengadaptasi pengalaman tahun sebelumnya, di mana untuk daerah mayoritas Muslim, paket makanan akan disiapkan agar tahan hingga 12 jam sejak diproduksi.

​Melalui koordinasi yang intensif antara DPR dan BGN, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tetap menjadi instrumen kesejahteraan bagi siswa meskipun di tengah ibadah puasa. Fokus utama pemerintah kini adalah memastikan bahwa setiap paket makanan yang diterima siswa tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga dalam kondisi layak konsumsi dan higienis saat azan Magrib berkumandang. {}