Maruli Siahaan: Gen Z Perkuat Tameng Pancasila, Lawan Hoaks dan Ujaran Kebencian di Era Digital

Parlemen52 Views

Jakarta, Anggota Komisi XIII DPR RI Maruli Siahaan mengajak Generasi Z menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ajakan ini disampaikan di tengah derasnya arus hoaks dan ujaran kebencian yang membanjiri ruang digital.

Maruli mengatakan Generasi Z memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia karena jumlahnya mencapai sekitar 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen dari total penduduk berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020.

“Gen Z adalah generasi besar dan sangat menentukan masa depan Indonesia,” ujar Maruli dalam keterangan yang diterima di Medan, Senin (1/6/2026).

Sebagaimana diberitakan ANTARA News, ia mengajak generasi muda memaknai Pancasila melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata tersebut antara lain menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal positif, tidak mudah terprovokasi hoaks dan ujaran kebencian, serta menghargai perbedaan.

Selain itu, generasi muda juga didorong untuk berprestasi, peduli terhadap sesama, dan turut menjaga persatuan bangsa dari ancaman perpecahan digital.

Menurut Maruli, memaknai Pancasila tidak harus dilakukan dengan cara formal, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap sederhana. Sikap-sikap tersebut antara lain jujur, toleran, kreatif, disiplin, dan mampu bekerja sama demi kepentingan yang lebih besar.

Ia menilai Pancasila tetap relevan sebagai pegangan moral di tengah perkembangan teknologi yang semakin masif. Relevansi itu juga mencakup penggunaan media sosial, perbedaan pilihan politik, tekanan ekonomi, dan berbagai tantangan global lainnya.

Maruli juga menilai tema Hari Lahir Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

“Artinya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jembatan yang menyatukan perbedaan suku, agama, budaya, pandangan politik, dan latar belakang sosial masyarakat Indonesia,” katanya.

Legislator Fraksi Partai Golkar asal Sumatera Utara ini juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan literasi digital bagi generasi muda.

Menurutnya, tanpa bekal yang cukup, generasi Z akan mudah terpapar konten negatif dan provokasi yang dapat memecah belah persatuan.

Ia mengingatkan bahwa Gen Z adalah pengguna aktif media sosial. Oleh karena itu, mereka harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar dan menangkal hoaks.

Maruli menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan. Ia harus dihidupi dan diamalkan dalam setiap interaksi, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Sebagai anggota Komisi XIII yang membidangi hukum dan HAM, Maruli juga menekankan pentingnya kepastian hukum dalam menindak penyebar hoaks dan ujaran kebencian.

Namun demikian, ia percaya bahwa pencegahan melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila jauh lebih efektif daripada sekadar pendekatan represif.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum tepat bagi seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk kembali menguatkan komitmen kebangsaan.

Maruli berharap Gen Z tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif menjaga keutuhan NKRI di era digital.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar setiap anak muda bangga menjadi bagian dari Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan Pancasila sebagai tameng, hoaks dan ujaran kebencian tidak akan pernah berhasil memecah belah kita,” pungkas Maruli.

rakyatmenilai.com
Referensi Utama Analisis Kebijakan Dan Geopolitik

 

Related Posts

Don't Miss