Visit Sponsor

Written by 10:19 pm Berita

Wali Songo Terdiri Dari 9 Sunan, Siapakah Saja Nama Asli Mereka?

Jakarta, Rakyat Menilai –– Dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, Wali Songo dikenal sebagai tokoh-tokoh yang berkontribusi besar. Sebab, mereka berperan aktif dalam menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dan sekitarnya.

Mengutip e-jurnal milik uici.ac.id, dalam bahasa Jawa, Wali Songo berarti wali yang sembilan. Hal tersebut menandakan jumlah para wali yang totalnya ada sembilan orang.

Namun, sejumlah orang berpendapat lain. Mereka mengatakan kata songo/sanga merupakan turunan dari bahasa Arab, yaitu ‘tsana’ yang artinya mulia.

Dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas XII oleh Imam Subchi, Wali Songo mulai menyebarkan agama Islam di pulau Jawa setelah Kerajaan Majapahit runtuh. Setelah itu, Kerajaan Demak yang berlandaskan Islam mulai berdiri.

Wali Songo sendiri diartikan sebagai orang yang telah mencapai derajat tinggi serta memiliki pengetahuan agama yang luar biasa. Maka dari itu, peran Wali Songo tak jauh berbeda dengan ulama, yaitu menyebarkan Islam di berbagai wilayah.

Ingin tahu siapa saja kesembilan Wali Songo tersebut? Simak pembahasan dalam artikel ini.

Mengutip buku Wali Songo: 9 Sunan oleh Noer Al, kesembilan Wali Songo itu adalah Maulana Maghribi, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati.

9 Wali Songo dan Nama Aslinya

Mereka semua memang tidak hidup di waktu yang bersamaan, tetapi satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, yakni antara ikatan darah atau dalam hubungan guru dengan murid.

Untuk lebih jelasnya, simak kisah singkat masing-masing Wali Songo di bawah ini:

Wali Songo yang pertama adalah Maulana Maghribi dengan nama aslinya Maulana Malik Ibrahim. Ia wafat pada 1419 setelah mendirikan pondokan tempat belajar agama di Leran, Gresik, Jawa Timur.

1. Maulana Maghribi

Wilayah yang menjadi target dakwahnya pertama kali adalah Desa Sembalo, desa yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kini, Desa Sembalo adalah daerah Leran, yang masuk dalam Kecamatan Manyar, sekitar 9 kilometer utara Kota Gresik.

Wilayah itu pula yang menjadi tempat bersemayam Maulana Maghribi. Tepatnya di kelurahan Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Wali Songo yang kedua adalah Sunan Ampel. Ia mempunyai nama asli Raden Rahmat. Sebagai informasi, Sunan Ampel adalah putra dari Maulana Malik Ibrahim atau disebut Maulana Maghribi.

2. Sunan Ampel

Nama ‘Ampel’ diambil dari daerah bernama Ampel Denta, yakni daerah rawa yang dihadiahkan raja Majapahit kepadanya. Di tempat tersebut, Sunan Ampel memulai aktivitas dakwahnya dengan mendirikan pesantren Ampel Denta, dekat dari Kota Surabaya.

Berikutnya adalah Sunan Bonang yang memiliki nama asli Raden Makdum Ibrahim. Melihat dari silsilah keluarga, Sunan Bonang merupakan putra dari Sunan Ampel atau cucu dari Maulana Maghribi.

3. Sunan Bonang

Karier dakwah Sunan Bonang dimulai dengan berdakwah di Kediri. Kala itu, mayoritas penduduk di Kediri adalah beragama Hindu.

Kemudian Sunan Bonang menetap di Desa Bonang, Lasem, Jawa Tengah. Di sana, Sunan Bonang mendirikan pesantren yang dikenal sebagai Watu Layar.

Sunan Drajat merupakan Wali Songo keempat. Pemilik nama asli Raden Syarifuddin ini juga merupakan putra Sunan Ampel dan cucu dari Maulana Malik Ibrahim.

4. Sunan Drajat

Dalam misinya menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, Sunan Drajat menuju sebuah desa bernama Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Di sana, ia mendirikan mushola atau surau yang dimanfaatkan untuk sholat dan sebagai tempat berdakwah.

Wali Songo selanjutnya adalah Sunan Giri yang memiliki nama asli Raden Paku. Disebutkan bahwa Sunan Giri merupakan keponakan Maulana Malik Ibrahim, yang berarti ia juga sepupu Sunan Ampel.

5. Sunan Giri

Nama Giri diambil dari wilayah yang menjadi pusat penyebaran dakwahnya di Jawa Timur, yakni bukit sebelah selatan Kota Gresik yang bernama bukit Giri pada 1481. Selain itu, Sunan Giri juga mendirikan sebuah pondok pesantren dengan nama Pesantren Giri.

Wali Songo yang keenam adalah Sunan Kalijaga. Ia merupakan salah satu Wali Songo yang paling terkenal di antara lainnya.

6. Sunan Kalijaga

Nama asli Sunan Kalijaga adalah Jaka Said. Dirinya merupakan sahabat sekaligus murid dari Sunan Bonang.

Daerah tempat ia berdakwah tidak terbatas karena Sunan Kalijaga merupakan seorang mubalig keliling. Namun, dalam perjalanannya Sunan Kalijaga sempat menetap lama di Kadilangu, Demak.

Selama di Demak, Sunan Kalijaga berperan aktif dalam mendirikan Masjid Agung Demak. Ia juga berperan menentukan arah kiblat agar mengarah tepat ke Ka’bah.

Sunan Kalijaga menggunakan cara kesenian dan kebudayaan sebagai alat untuk menyebarkan Islam. Kesenian yang sering dipakai olehnya adalah wayang kulit dan tembang suluk.

Nama asli Sunan Kudus adalah Ja’far Shodiq. Nama ‘Kudus’ diambil dari wilayah tempat ia menyebarkan agama Islam, yakni Kudus. Sedikit informasi, Sunan Kudus merupakan murid dari Sunan Kalijaga.

7. Sunan Kudus

Selama di Kudus, Wali Songo ketujuh ini menerapkan strategi dakwah dengan menghargai adat istiadat yang telah lama dianut warga sekitar. Sebab, warga Kudus saat itu masih didominasi oleh penganut Hindu dan Budha.

Salah satu contohnya adalah mendirikan masjid yang bentuknya mirip dengan candi orang Hindu.

Wali Songo berikutnya adalah Sunan Muria yang merupakan putra dari Sunan Kalijaga. Sunan Muria memiliki nama asli Raden Prawoto.

8. Sunan Muria

Nama ‘Muria’ diambil dari tempat di mana ia tinggal untuk terakhir kalinya, yakni di lereng Gunung Muria. Wilayah tersebut berjarak sekitar 18 kilometer ke utara Kota Kudus.

Sunan Muria punya cara tersendiri dalam berdakwah. Berbeda dengan sang ayah, ia memilih daerah yang sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan Islam lewat para pedagang, nelayan, hingga pelaut.

Wali Songo yang terakhir adalah Sunan Gunungjati. Pemilik nama asli Syarif Hidayatullah ini merupakan sahabat dari para Sunan lainnya, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang telah meninggal dunia lebih dahulu.

9. Sunan Gunungjati

Sunan Gunungjati merupakan keturunan Sultan Syarif Abdullah atau Syekh Maulana Akbar dan Nyai Rara Santang, putri Prabu Siliwangi.

Sunan Gunungjati mendapat tugas untuk berdakwah di wilayah Cirebon. Di sana, ia berdakwah lewat kesenian dan budaya, salah satunya dengan cara Gamelan Sekaten.

Itu dia penjelasan singkat mengenai Wali Songo beserta nama aslinya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan detikers.

Artikel ini telah tayang di detik(dot)com, Klik untuk baca!

(Visited 52 times, 1 visits today)