Visit Sponsor

Written by 9:39 pm Parpol

Cak Imin Ragukan ke-NU-an Khofifah, Gus Yahya: ‘Sak Nemu-nemune Diomongkan’

Jakarta, Rakyat Menilai –– Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sempat meragukan Khofifah Indar Parawansa dari kalangan NU setelah memutuskan untuk mendukung paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Ketum PBNU Gus Yahya memastikan yang meragukan Khofifah NU hanya orang yang tak pernah jadi pengurus NU.

“Ya, kalau sudah keadaan begini, kan, orang ngomong kan sak nemu-nemune (sedapat-dapatnya) diomongkan. Gimana lagi,” kata Gus Yahya dilansir detikJatim, Senin (15/1/2024).

“Bu Khofifah diragukan ke-NU-annya, yang meragukan ke-NU-annya nggak pernah jadi pengurus NU. Kan celaka itu,” ujarnya.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 01 Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin sempat mengomentari tentang keputusan Khofifah mendukung paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran. Cak Imin menyinggung bahwa Khofifah merupakan seorang nahdliyin. Ketua Umum PKB itu kemudian mengatakan bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya konsisten pada pasangan Anies-Muhaimin (AMIN).

Terkait keraguan atas ideologi NU itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya turut angkat bicara. Ditanya wartawan soal adanya pihak yang meragukan ke-NU-an Khofifah, Gus Yahya tampak tersenyum sebelum menyampaikan komentarnya.

“Ya, kalau sudah keadaan begini, kan, orang ngomong kan sak nemu-nemune (sedapat-dapatnya) diomongkan. Gimana lagi,” kata Gus Yahya saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor PWNU Jatim usai memberikan SK Pj Ketua PWNU Jatim kepada Gus Kikin, Senin (15/1/2024).

Gus Yahya melanjutkan komentarnya tentang Khofifah yang diragukan ke-NU-annya. Dia pun balik menyinggung tentang peran dari orang yang meragukan ke-NU-an Khofifah.

“Bu Khofifah diragukan ke-NU-annya, yang meragukan ke-NU-annya nggak pernah jadi pengurus NU. Kan celaka itu,” ujarnya.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 01 Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin sempat mengomentari tentang keputusan Khofifah mendukung paslon nomor urut 02 Prabowo-Gibran.

Cak Imin menyinggung bahwa Khofifah merupakan seorang nahdliyin. Ketua Umum PKB itu kemudian mengatakan bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya konsisten pada pasangan Anies-Muhaimin (AMIN).

“Saya yakin rakyat bukan elite yang berideologi NU saya yakin pasti AMIN, orang yang punya ideologi NU pasti istiqomah ke AMIN. Saya meragukan ke-NU-annya kalau tidak pilih AMIN,” kata Cak Imin.

Menanggapi pernyataan Cak Imin itu Khofifah juga sudah sempat menyampaikan tanggapan. Dia meminta agar seluruh pihak bisa membedakan antara partai politik dengan NU.

“Saya bilang begini. Saya ini Ketua Umum PP Muslimat NU, saya rasa kalau misalnya ada mereka yang terafiliasi dengan partai maka itu partai. Partai itu partai, NU ya NU,” ujar Khofifah usai melantik Pimpinan Wilayah NU di Universitas Islam Makassar (UIM) seperti dilansir detikSulsel, Minggu (14/1).

Gubernur Jatim itu pun justru mempertanyakan orang yang meragukan ke-NU-an diri. Dia mempertanyakan apa sumbangsih orang yang meragukan ke-NU-an dirinya terhadap NU?

“Jadi kalau saya Ketua Umum PP Muslimat NU lalu kemudian ada yang meragukan ke-NU-an saya harus dibalik, jadi yang meragukan yang mana? Mereka pernah berjuang di NU? Struktural berapa lama? Dalam konteks apa dan seterusnya,” ujar Khofifah.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan Cak Imin bahwa warga NU harusnya mendukung AMIN pun tidak tepat. Karena menurutnya antara PKB dengan NU itu berbeda, antara partai politik dengan organisasi.

“Loh yang NU yang mana? Bahwa itu Mas Imin itu P-K-B, PKB. Jadi bedakan lah antara partai dengan organisasi,” ungkap Khofifah. “Kalau saya ini loh Ketua Umum PP Muslimat NU. Biar itu dilabur dengan tujuh kali air sungai tujuh kali air bunga ya tetap saya Ketua Umum PP Muslimat NU.”

Khofifah pun tidak ingin terlalu jauh merespon pernyataan Cak Imin itu. Dia berharap Pilpres 2024 ini bisa berjalan lancar dengan saling hormat dan percaya.

“Saya tidak akan merespon itu ya tapi lebih baik kita saling menghormati saling membangun understanding dan saling membangun kepercayaan,” harap Khofifah.

Artikel ini telah tayang di detik(dot)com, Klik untuk baca!

(Visited 141 times, 1 visits today)