Bandung, Partai Golkar menegaskan bahwa hanya Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di bawah kepemimpinan Mukhamad Misbakhun yang diakui secara organisatoris dan ideologis oleh partai. Penegasan ini disampaikan langsung Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I SOKSI di Hotel Indigo Bandung pada 15-17 Mei 2026.
Menurut Idrus Marham, keputusan tersebut menandai berakhirnya dualisme kepemimpinan SOKSI yang telah berlangsung kurang lebih 15 tahun. Ia menegaskan secara organisatoris persoalan tersebut telah selesai setelah Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menetapkan pengakuan resmi terhadap kepemimpinan Mukhamad Misbakhun.
Sebagaimana diberitakan Golkarpedia.com, Idrus Marham menyatakan, “Secara organisatoris sudah selesai. Ketua Umum DPP Partai Golkar telah menetapkan bahwa hanya SOKSI di bawah kepemimpinan Muhammad Misbakhun yang diakui memiliki hubungan organisatoris dan hubungan ideologis.” Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi tentang pengakuan ganda yang selama ini membayangi salah satu ormas pendiri Sekber Golkar tersebut.
Idrus menyebut keputusan tersebut sebagai langkah strategis untuk mengakhiri konflik internal yang berkepanjangan. Langkah ini juga bertujuan mengembalikan peran SOKSI sebagai salah satu ormas pendiri Partai Golkar.
Ia menilai Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia ingin agar energi organisasi tidak lagi tersita oleh dinamika internal. Energi tersebut harus diarahkan untuk memperkuat konsolidasi kader dan pengabdian politik.
Lebih jauh, Idrus juga mengungkapkan adanya tanggung jawab moral atas dinamika yang terjadi di masa lalu. Ia mengingat kembali proses yang menjadi awal mula perpecahan organisasi sekitar tahun 2010.
Idrus menegaskan bahwa saat ini menjadi momentum untuk menutup seluruh polemik tersebut. Tujuannya demi persatuan dan fokus pada agenda kebangsaan yang lebih besar.
Sementara itu, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa SOKSI ke depan akan difokuskan pada penguatan kaderisasi. Fokus lainnya adalah kontribusi nyata bagi Partai Golkar dan pemerintahan.
“SOKSI harus menjadi ruang strategis untuk melahirkan kader-kader terbaik yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan kebangsaan dan ekonomi nasional,” tutur Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini.
Dalam forum Rakernas dan Rapimnas 2026, SOKSI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global. Tantangan tersebut meliputi dinamika inflasi dan tekanan ekonomi eksternal.
Misbakhun menambahkan, “Organisasi ini diharapkan dapat memperkuat peran kader dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis terhadap agenda pembangunan nasional.” Dengan pengakuan tunggal terhadap kepemimpinan Mukhamad Misbakhun, Partai Golkar berharap SOKSI kembali menjadi salah satu pilar utama penguatan basis kader.
Pilar tersebut mencakup konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan partai di masa mendatang. Dualisme yang berlangsung hampir satu setengah dasawarsa kini resmi berakhir.
Seluruh jajaran SOKSI diminta bersatu di bawah komando yang sah. Tujuannya adalah untuk memenangkan Pemilu 2029 dan memperkuat posisi Partai Golkar di kancah nasional.
rakyatmenilai.com
Referensi Utama Analisis Kebijakan Dan Geopolitik







