Visit Sponsor

Written by 8:57 am Berita

Penerbangan Internasional Kembali Beroperasi di Afghanistan, Setelah 2 Tahun Taliban Berkuasa

Kabul – Penerbangan internasional kembali beroperasi di Afghanistan. Penerbangan itu sempat absen setelah Afghanistan dikuasai Taliban.

Maskapai FlyDubai merupakan yang pertama melakukan penerbangan internasional ke Afghanistan. Maskapai ini merupakan saudara dari Emirates.

Pesawat FlyDubai mendarat di Bandara Internasional Kabul pada Rabu (15/11/2023). Maskapai ini akan melakukan penerbangan dua kali sehari ke kabul.

Kantor wakil perdana menteri Taliban, Abdul Ghani Baradar, dalam sebuah pernyataan pada Rabu menggambarkan dimulainya kembali penerbangan tersebut sebagai indikator pemulihan wilayah udara Afghanistan ke kondisi yang aman dan konvensional, yang mengakomodasi berbagai jenis penerbangan.

“Ini menunjukkan bahwa semua bandara di Afghanistan kini dilengkapi dengan fasilitas yang diperlukan dan mematuhi layanan standar,” kata pernyataan itu seperti dilansir dari Independent, Kamis (16/11).

Sementara itu, FlyDubai ketika dimintai komentar, merujuk pada pernyataan Oktober 2023, yang mengumumkan bahwa penerbangan akan dilanjutkan. Pertemuan tersebut tidak membahas masalah keamanan apa pun yang terkait dengan operasi di Afghanistan.

Pada Mei tahun lalu, Taliban menandatangani kesepakatan yang mengizinkan perusahaan Emirat mengelola tiga bandara di Afghanistan. Berdasarkan perjanjian tersebut, perusahaan GAAC Solutions yang berbasis di Abu Dhabi akan mengelola bandara di Herat, Kabul, dan Kandahar.

Dua maskapai penerbangan Afghanistan, Kam Air dan Ariana Afghan Airlines, beroperasi dari Kabul ke berbagai tujuan seperti Dubai, Moskow, Islamabad, dan Istanbul.

Dimulainya kembali penerbangan terjadi setelah jurnalis Associated Press pada Senin 13 November 2023, melihat utusan Taliban Afghanistan untuk UEA, Badruddin Haqqani, berjalan melalui Airbus A380 melihat kursi kelas bisnisnya di Dubai Air Show.

Utusan Taliban Afghanistan untuk UEA, Badruddin Haqqani, berjalan melalui Airbus A380 melihat kursi kelas bisnisnya di Dubai Air Show.

Emirates, yang telah lama bersekutu dengan AS, telah menjadi tuan rumah bagi pos-pos diplomatik Afghanistan selama bertahun-tahun di bawah pemerintahan Taliban dan bekas pemerintahannya yang didukung Barat. Mantan presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, terlihat di negara itu segera setelah melarikan diri dari serangan Taliban pada 2021.

Sebelumnya, semua maskapai penerbangan internasional menghentikan penerbangan ke Afghanistan setelah Taliban menguasai negara itu pada Agustus 2021. Taliban berhasil merebut kekuasaan usai pasukan AS dan NATO mundur dari negara tersebut.

Silahkan baca artikel sumber di {detiktravel}

(Visited 13 times, 1 visits today)