Visit Sponsor

Written by 7:35 am Presiden

Folklor dari Es Laksamana Mengamuk, Minuman Suguhan Presiden Jokowi untuk Trio Capres

Pekanbaru, Rakyat Menilai – Es Laksamana Mengamuk menjadi salah satu sajian minuman yang disuguhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat makan siang bersama dengan calon presiden (Capres), Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/10/2023).

Sajian yang disuguhkan Jokowi, adalah minuman tradisional khas orang Melayu Provinsi Riau.

Namanya memang garang, tetapi minuman ini sangat menyegarkan.

Minuman ini disajikan dengan bahan berupa buah kuini yang dipotong dadu, santan, gula, potongan daun pandan, dan es batu.

Lalu, dari mana asal nama Es Laksamana Mengamuk ini?

Budayawan Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyatakan tidak ada catatan sejarah di balik minuman tersebut.

“Kalau (catatan) sejarahnya tidak ada. Tapi, Es Laksamana Mengamuk ini sudah menjadi minuman orang Melayu secara turun temurun. Sudah menjadi tradisi orang Melayu Riau membuat minuman ini. Karena buah kuini ini kan sangat enak dan manis. Buah kuini dicincang, lalu dicampur santan dan es,” kata Taufik saat diwawancarai Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin.

Dalam cerita rakyatnya, kata Taufik, minuman ini muncul setelah ada seorang laksamana yang mengamuk karena istrinya dilarikan orang.

Laksamana merupakan nama jabatan pada masa kerajaan Melayu seperti misalnya Hangtuah.

“Kalau cerita rakyat, dulu ada seorang laksamana, dia mengamuk karena istrinya dilarikan orang. Pada saat berada di kebun kuini, dia menghancurkan buah kuini dengan dicincang dengan pedangnya. Kemudian, buah kuini yang dicincang itu diambil oleh masyarakat dan dijadikan minuman,” kata Taufik, yang juga sebagai Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau.

Dia menyebut, minuman tradisional itu bisa dihidangkan kapan saja bagi siapa yang ingin membuatnya. Tidak hanya, dihidangkan pada saat pertemuan tokoh adat atau acara tertentu.

“Es Laksamana Mengamuk ini minuman merakyat. Siapa saja boleh buat. Tidak hanya dihidangkan pada acara tertentu. Tapi, setau saya buah kuini ini sudah mulai langka. Adanya bermusim. Kalau es ini dibuat pakai mangga atau buah lain, rasanya kurang enak,” kata Taufik.

“Memang nama-nama minuman khas Riau ini unik-unik. Selain Es Laksamana Mengamuk, ada juga minuman air mata pengantin dan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, selaku tokoh Melayu Riau, Taufik mengaku bangga Es Laksamana Mengamuk menjadi menu yang disediakan Presiden saat menjamu capres Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

“Tentu kita masyarakat Melayu bangga. Kita mengucapkan terimakasih kepada Pak Jokowi yang telah memperkenalkan kuliner khas Melayu Riau,” tutup Taufik.

Silahkan baca artikel sumber di {kompas}

(Visited 52 times, 1 visits today)