Visit Sponsor

Written by 11:26 am Perempuan

Dipimpin Dina Hidayana IKATANI UNS Gelar Pelatihan ‘Wedang Uwuh’, Untuk Penyandang Disabilitas

Surakarta, Rakyat Menilai –IKATANI UNS (Ikatan Alumni Fakultas Pertanian- UNS) bekerjasama dengan Komisi Nasional Disabilitas dan Tzu Chi Sinarmas selenggarakan pelatihan pembuatan wedang uwuh yang melibatkan total sekitar 100 orang Penyandang Disabilitas dan pendamping serta perwakilan Alumni IKATANI pada Jumat (29/9/2021). Kegiatan dalam rangka ulang tahun ke-7 Ikatani ini, bertempat di Gedung Cawang Kencana, Komisi Nasional Disabilitas. Peserta disabilitas berasal dari Karya Tuna Netra (KartuNET), CoffeeBlind Specialty dan Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Batin dikoordinir oleh Vina Ridwan dalam wadah Komunitas Dikat (Disabilitas-IKATANI).

Dalam sambutannya Kepala Badan Kebijakan Perdagangan, Kemendag RI Bapak Dr. Kasan mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan sangat mengapresiasi pelatihan ini dan siap membantu agar produk penyandang disabilitas seperti misalnya blind coffee siap bersaing.

Dr Kasan menegaskan bahwa produk yang dihasilkan oleh Penyandang Disabilitas tidak kalah bersaing dengan produk pada umumnya, sehingga hal ini perlu diapresiasi dan dikembangkan kedepannya untuk mendorong terwujudnya kesejahteraan bagi Penyandang Disabilitas.

Sementara itu, Ketua Umum IKATANI UNS, Dina Hidayana menyampaikan bahwa IKATANI UNS terpanggil untuk memajukan pertanian Indonesia dengan menggandeng seluruh pihak termasuk Penyandang Disabilitas.

“Melalui pelatihan wedang uwuh ini, IKATANI UNS siap berkolaborasi untuk melahirkan enterpreneur yang tangguh sekaligus memajukan Penyandang Disabilitas” ujarnya.

Ketua Umum IKATANI UNS dan para peserta Pelatihan Agropreneur Disabilitas ‘Wedang Uwuh’

Sinergitas dan kolaborasi adalah kunci keberhasilan program. Tidak ada satupun unsur masyarakat yang boleh kita tanggalkan dalam pembangunan nasional. Berdasar data BPS, ada sekitar 8,5% penyandang disabilitas atau sejumlah 23 juta jiwa dari total penduduk Indonesia. Di dunia mencapai lebih dari satu milyar atau 15% populasi dunia. Selain itu, potensi SDM berdasar data pekerja layak Indonesia, 42% disabilitas bekerja di sektor pertanian dan ini masih bisa kita tingkatkan optimal agar nantinya bukan saja melahirkan patriot-patriot pangan di bidang budidaya namun lebih jauh sebagai agropreneur-agropreneur yang tangguh dan berdaya saing, urai Dina, yang juga jebolan Doktoral Universitas Pertahanan RI.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, sekaligus Komisioner Komnas Disabilitas RI, Kikin Tarigan menyampaikan bahwa pengarus utamaan isu disabilitas pada sektor pertanian adalah terobosan menarik untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas dalam hal keuangan.

“Dengan pengembangan keterampilan ini diharapkan penyandang disabilitas dapat meningkatkan pendapatannya dan kemudian menambah kontribusi pendapatan pajak bagi negara” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan ini juga dilengkapi dengan aksi sosial pemberian bantuan sembako dari Tzu Chi Sinar Mas, yang disampaikan oleh Tawang Setyajati selaku Koordinator Tzu Chi Sinar Mas.

Tawang Setyajati mengatakan bantuan ini diberikan dengan harapan sedikit banyak mampu membantu Penyandang Disabilitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini juga merupakan Komitmen Tzu Chi Sinar Mas untuk terlibat aktif dalam segala kegiatan sosial. (redaksi)

(Visited 43 times, 1 visits today)