Visit Sponsor

Written by 5:33 pm Pemilu

Kenali Feodalisme dari Sejarah, Prinsip, dan Orientasinya

Jakarta, Rakyat Menilai– Feodalisme adalah salah satu sistem sosial-politik tertua di dunia. Ringkasnya, bentuk feodalisme yang dapat kita lihat adalah kerajaan. Raja-raja sudah ada sejak dahulu, bahkan dikenal dalam kisah para nabi.
Feodalisme kemudian tumbuh di berbagai negara, termasuk Eropa, tak terkecuali Indonesia. Simak artikel ini untuk mengetahui pengertian feodalisme lengkap dengan sejarah, prinsip, dan orientasi pemerintahannya.

Pengertian Feodalisme

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), feodalisme adalah sistem sosial atau politik yang memberikan kekuasaan yang besar kepada golongan bangsawan.

Arti lainnya adalah sistem sosial di Eropa pada Abad Pertengahan yang ditandai dengan kekuasaan yang besar di tangan tuan tanah.

Berdasarkan penelitian di uns.ac.id, feodalisme adalah suatu sistem yang didasarkan pada penguasaan pemerintahan maupun perekonomian.

“Feod” sendiri berarti “tanah”. Feodalisme bisa dikatakan sebagai kekuasaan aristokrasi atau kebangsawanan dalam sistem penguasaan tanah dan ekonomi di masyarakat.

Dalam penelitian di radenfatah.ac.id, disebutkan bahwa feodalisme adalah paham pertama yang diterapkan manusia di dunia, baik dalam bentuk sistem sosial dan pemerintahan kerajaan.

Seluruh masyarakat di dunia pada awalnya menggunakan sistem ini, mulai dari masyarakat primitif, tradisional, hingga modern.

Sejarah Feodalisme

Meski sistem feodalisme diyakini sudah ada sejak awal peradaban manusia, istilah feodalisme sendiri baru muncul dan dikenal pada abad pertengahan.

Dalam buku Sejarah Lengkap Dunia Abad Pertengahan 500-1400 M (2002) oleh Alfi Arifian, dijelaskan bahwa istilah feodalisme muncul pertama kali di Prancis pada abad ke-16.

Sistem ini muncul setelah masa Kekaisaran Romawi Suci-Caroling mengalami kemunduran karena banyak pertikaian dan invasi asing sehingga kekaisaran pun runtuh.

Di sinilah feodalisme menjadi solusi untuk menata kembali ketertiban dan keamanan, meski dalam lingkup lokal.

Feodalisme saat itu bukan sistem yang sudah direncanakan, tetapi respon dan pengembangan dari situasi yang kacau karena mandeknya otoritas pusat.

Sistem ini dilakukan dalam lingkup kecil dengan pelaksanaan yang berbeda-beda di tiap wilayah. Ada wilayah yang berhasil dan ada yang gagal.

Feodalisme menciptakan tatanan sosial tripartit yang mirip dengan kasta dalam agama Hindu, yaitu brahma, ksatria, dan waisya. Namun pada kenyataannya, feodalisme dibagi menjadi dua, yaitu kaum elite dan proletar.

Sistem pengkastaan ini berakhir di awal abad ke-20 setelah munculnya paham baru seperti sosialisme yang menggunakan prinsip kesetaraan.

Pada abad ke-19, Abraham Lincoln juga telah menghapus perbudakan di Amerika Serikat.

Prinsip Feodalisme

Ada tiga prinsip utama yang juga menjadi ciri-ciri dari feodalisme. Tiga prinsip utama feodalisme adalah kekuasaan, kekerabatan, dan pengkultusan.

1. Kekuasaan
Sistem feodalisme berfokus pada kekuasaan, yakni menguasai politik, sosial, ekonomi, budaya, dan segala aspek kehidupan. Kekuasaan pada feodalisme bersifat sentral pada satu pemimpin.

2. Kekerabatan
Kekuasaan dalam feodalisme hanya berkutat pada kelompok tertentu yang berkerabat. Misalnya, ketika seorang pemimpin meninggal akan digantikan anaknya. Jika tidak memiliki anak, maka bisa digantikan keluarga yang lain.

3. Pengkultusan
Prinsip atau ciri-ciri ketiga adalah adanya pengkultusan terhadap pemimpin. Pemimpin feodal selalu dikultuskan.

Mereka tidak hanya dihormati, bahkan dipuja. Biasanya pengkultusan ini tidak terlepas dari mitos yang dimunculkan.

Orientasi Feodalisme

Orientasi pemerintahan feodal adalah untuk menguasai tiga hal, yaitu harta, tahta, dan wanita. Berikut penjelasannya:

  1. Harta
    Dalam pemerintahan feodal, para penguasa selalu berorientasi pada harta kekayaan dalam wujud apa saja, terutama penguasaan tanah. Penguasa sering kali hanya menjadikan rakyat sebagai alat untuk menambah harta para penguasa.
  1. Tahta
    Tahta dapat diartikan sebagai jabatan atau posisi tertentu dalam pemerintahan. Mereka yang dekat dengan pemerintahan atau memiliki gelar bangsawan akan lebih dihormati dan memiliki hak-hak istimewa.
  2. Wanita
    Bangsawan dikenal memiliki banyak istri. Mereka bahkan menjadikan wanita sebagai budak untuk memenuhi hasrat seksual.

Namun secara luas, tidak hanya wanita yang menjadi orientasi kaum elite, namun berbagai kesenangan dunia, seperti judi dan minuman keras.

Demikian tadi telah kita ketahui feodalisme adalah salah satu sistem sosial-politik yang memberikan kekuasaan besar pada bangsawan.

Telah kita ketahui pula sejarah, prinsip atau ciri-ciri, dan orientasi pemerintahan feodal. Semoga menambah wawasan.

Baca artikel sumber di {detik}

(Visited 17 times, 1 visits today)