Visit Sponsor

Written by 4:09 pm Uncategorized

Gibran Soroti LFP, Nusron Wahid: Cak Imin Tidak Memahami Konsep, Dikira Cuma Tebak-tebakan Singkatan

Jakarta, Rakyat Menilai — Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid menanggapi jawaban capres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar saat ditanya soal penggunaan lithium ferro phosphate (LFP) dibanding penggunaan baterai berbasis nikel yang diajukan Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, Cak Imin tidak memahami konteks yang diajukan Gibran. Padahal, Nusron menilai pertanyaan yang disampaikan Gibran sangat jelas. Sebab, Indonesia saat ini memiliki sumber daya nikel alam yang besar sehingga menggaungkan penggunaan LFP sama dengan tidak mendukung pengembangan sumber daya alam dalam negeri.

“Ini yang ditanyakan Mas Gibran kepada Cak Imin, tapi Cak Imin lagi-lagi karena tidak memahami konsep, malah menganggap ini sebagai tebak-tebakan singkatan. Padahal ini sangat substantif,” kata Nusron dalam keterangannya, Selasa (23/1/2024).

Seperti diketahui, LFP merupakan produk turunan baterai yang dimunculkan oleh Tiongkok sebagai alternatif penggunaan nikel. Nusron menjelaskan hal tersebut sebagai langkah anti kebijakan penyetopan ekspor nikel di Tanah Air yang saat ini tengah dilakukan pemerintah Indonesia.

Adapun saat ini, Indonesia di era Presiden Joko Widodo, justru mengupayakan penghematan energi untuk kepentingan hilirisasi. Langkah ini diharapkan dapat berdampak di masyarakat ke depan.

“Kita mau saving energi dengan nilai tambah di Indonesia atau ingin mengumbar bahan baku energi untuk kepentingan saving energi di negara asing? ini jelas masalah krusial,” papar Nusron.

Nusron pun mengaku khawatir jika Indonesia nantinya mendapat pemimpin yang tidak pro rakyat. Ia berharap Indonesia dijauhkan dari sosok-sosok yang menjadikan negara tunduk dengan bangsa lain.

“Susah memang kalau ngomong sama orang yang tidak mengetahui substansinya,” ucap Nusron.

“Justru akan jadi bahaya kalo ke depan, kalau kebijakan pemimpin nasional akan disetir oleh negara-negara asing atau oleh market asing,” pungkasnya.

(Visited 139 times, 1 visits today)