Visit Sponsor

Written by 12:22 pm Trending

Perlu Diketahui Wali Murid! Disdikbud Jateng Melarang Sekolah Gelar ‘Piknik’, Nekat Siap Disanksi

Semarang, Rakyat Menilai — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) secara tegas melarang sekolah negeri yang berada di bawah kewenangannya untuk menggelar study tour. Larangan itu dikeluarkan Disdikbud Jateng sebagai respons kecelakaan maut bus yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (11/5/2024).

Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah, menyebutkan larangan sekolah negeri di bawah kewenangannya, seperti SMK dan SMA, menggelar study tour tertuang dalam nota dinas nomor 421.7/00371/SEK/III/2024. Bagi sekolah yang melanggar aturan itu, pihaknya pun siap memberi sanksi tegas.

“Secara kurikulum juga tidak ada sekolah mewajibkan piknik, meskipun itu [piknik] sudah mengakar dan menjadi budaya sejak dulu. Maka, nota ini dikeluarkan untuk penegasan kembali seusai kejadian itu [kecelakaan maut bus di Subang],” ujar Uswatun kepada Solopos.com, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga:

Sering Beratkan Orang Tua dan Tidak Ada Faedahnya, Pengamat Pendidikan: Study Tour Sekolah Harus Dilarang

Uswatun menerangkan pelarangan study tour oleh sekolah juga tak sebatas hanya bisa menimbulkan bahaya seperti kecelakaan bus. Namun, study tour bisa berpotensi adanya penyimpangan anggaran oleh pihak sekolah.

“Karena itu [piknik] profit sekolah. Terus piknik dampaknya tidak signifikan untuk kegiatan pembelajaran, tidak bisa meningkatkan PAD [pendapatan asli daerah] provinsi [Jateng], ditambah banyak kasus kecelakaan, dan ketika terjadi [kecelakaan] sekolah sulit bertanggung jawab,” ungkapnya.

Kendati melarang study tour, Disdik Jateng tidak melarang sekolah yang ingin melakukan pembelajaran di luar sekolah. Namun dengan catatan, pihak sekolah harus mampu mengelola anggaran biaya baik melalui bantuan operasional sekolah (BOS) atau bantuan operasional pendidikan (BOP).

“Untuk belajar di luar [sekolah] boleh, di SMA ada outing class, misal di museum, Kota Lama, atau objek wisata yang masih ada kaitannya dengan pembelajaran. Terus SMK ada program praktik kerja industri. Namun, malapraktiknya sering digunakan untuk piknik,” tegas KepalaDisdikbud Jateng ini.

Silahkan baca artikel sumber di SOLOPOS

(Visited 380 times, 2 visits today)