Visit Sponsor

Written by 5:19 pm Pemilu

Mungkinkah Gibran Kalahkan Ganjar di Jateng? Pengamat: Perkara Sulit Semacam ‘Mission Impossible’

Jakarta, Rakyat Menilai –– Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno bicara peluang cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengalahkan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, di Jawa Tengah. Adi Prayitno menilai itu hampir tidak mungkin terjadi.

Dia awalnya membeberkan 3 variabel yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, ada faktor PDIP, Ganjar, dan Jokowi di Jawa Tengah.

“Bicara Jateng itu variabelnya 3 hal. Pertama sebagai kandang PDIP. Kedua faktor Ganjar yang kuat karena kepuasan publik terhadap kinerjanya cukup bagus. Ketiga faktor Jokowi yang masih diterima di Jateng. PDIP dan Ganjar pastinya bersatu-padu melawan pengaruh Jokowi yang notabenenya presiden republik Indonesia,” kata Adi saat dihubungi, Selasa (26/12/2023).

Lantas mungkinkah Gibran kalahkan Ganjar dari 3 variabel tersebut? Adi mengaku pesimistis. Menurutnya, untuk mengalahkan PDIP dan Ganjar Pranowo perkara sulit bahkan hampir mustahil.

“Siapapun kalau mau jujur, jika mengacu pada kekuatan politik saat ini mengalahkan PDIP dan pasnagan Ganjar-Mahfud di Jateng perkara sulit. Semacam mission impossible,” jelasnya.

Dia membeberkan lebih lanjut mengapa hampir mustahil mengalahkan PDIP dan Ganjar di Jawa Tengah. Menurutnya, Jateng menyangkut kandang banten dengan basis pemilih yang militan, loyal, dan solid.

“Ini menyangkut kandang banteng, menyangkut basis militan PDIP, menyangkut pemilih loyal mereka yang begitu solid. Paling mungkin pasangan Prabowo-Gibran bisa memangkas selisih elektabilitas agar tak kalah telak dengan Ganjar-Mahfud. Itupun dengan harus mengamplifikasi pengaruh Jokowi yang masih signifikan di sana,” jelasnya.

Adi memastikan akan jadi sejarah luar biasa jika Prabowo-Gibran mampu mengalahkan PDIP dan Ganjar di Jawa Tengah. Dia menilai PDIP dan Ganjar tidak terkalahkan di provinsi tersebut.

“Jika at the end of the day Prabowo-Gibran bisa mengalahkan Ganjar-Mahfud itu akan jadi sejarah luar biasa. Karena selama ini soliditas, kekuatan, dan militansi kader banteng di Jateng tak terkalahkan. Dalam politik apapun bisa terjadi. Tinggal kita tunggu 14 Februari endingnya seperti apa,” ujar dia.

“Yang tak mungkin dalam politik itu cuma satu, menghidupkan kembali orang yang yang sudah meninggal. Selebihnya masih bisa mungkin,” lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di detik(dot)com, Klik untuk baca!

(Visited 102 times, 1 visits today)